Kab Sleman

Desa di Sleman Deklarasi Desa Damai

0
desa damai sleman
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Becak melintas di antara padatnya lalu lintas di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta, Sabtu (13/05/2015). Becak kayuh menjadi salah satu ikon pariwisata Yogyakarta, kehadirannya sebagai moda transportasi kini terus terdesak laju pertumbuhan sepeda motor dan mobil.

STARJOGJA.COM, Info – Kelurahan Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dideklarasikan sebagai Desa Damai yang diinisiasi Wahid Foundation dengan PBB, UN Women.

“Pemerintah Kabupaten Sleman sangat mendukung program yang diinisiasi putri almarhum Gus Dur tersebut. Karena kondisi damai yang dimulai dari desa merupakan awal dari terwujudnya kedamaian di tingkat kabupaten,” kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di Sleman, Rabu.

Sebelumnya pada momentum hari Perdamaian Dunia Tahun 2021, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid mendeklarasikan Desa Damai di Kelurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman pada Selasa (21/9) sore.

Baca juga : Ormas di Jogja Mendesak Polda DIY Tangani Kasus Klitih

Desa Damai di Sinduharjo ini merupakan yang pertama di Sleman dan Yogyakarta. Hingga saat ini baru ada 16 desa damai yang tersebar di seluruh Nusantara.

Kustini mengatakan Kabupaten Sleman ini miniaturnya Indonesia. Banyak golongan, suku, dan agama yang jadi satu di Sleman.

“Sudah menjadi suatu kewajiban, kita harus terus merawat kebinekaan ini agar tercipta perdamaian antarorang, rumah, dan lingkungan,” kata Kustini.

Ia mengatakan desa damai bisa menjadi “grand design” untuk menciptakan peningkatan kultur masyarakat, karena intisari program-program yang dikembangkan desa damai berkaitan dengan ketahanan masyarakat desa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Program ini sangat mirip dengan visi saya, menciptakan ‘Sleman Tangguh’. Dimana, masyarakatnya tidak hanya mampu bertahan, tapi juga berinovasi menyesuaikan perkembangan zaman yang semakin keras ini,” katanya.

Aspek pemberdayaan perempuan menjadi salah satu yang didukung Kustini dalam program desa damai. Ia berharap,akan muncul Yenny wahid lain yang dimulai dari Kelurahan Sinduharjo.

“Saya berharap ada banyak Yenny Wahid lain yang muncul di sini. Karena beliau dan saya sama-sama paham bagaimana memaksimalkan peran perempuan yang lebih untuk membantu ketahanan mulai dari keluarga,” katanya.

Sementara Yenny Wahid mengatakan desa damai merupakan hasil kerja sama Wahid Foundation dengan PBB, UN Women.

Ia mengatakan dengan desa damai akan menguatkan ketahanan desa untuk menghadapi berbagai tantangan.

“Ada tiga pilar di dalam desa damai. Pertama, pilar ekonomi, kekuatan ekonomi dengan memberi pelatihan-pelatihan ekonomi,” katanya.

Kemudia pilar kedua, yakni pilar kerukunan dan kehidupan sosial lebih harmonis, yaitu bagaimana masyarakat bisa lebih menghargai keberagaman dan kebinekaan, lalu bisa menciptakan komunitas yang damai.

“Ketiga, pilar penguatan perempuan, kita mendukung dengan program pelatihan yang lebih intensif,” katanya.

Yenny mengatakan dengan adanya deklarasi itu akan muncul komitmen.

“Kalau sudah ada niat, akan bisa dijalankan walaupun ada hambatan dan tantangan karena deklarasi itu, komitmen semua pihak yang terlibat untuk mewujudkan masyarakat yang makmur, sejahtera, rukun, guyub, kuat, dan menghargai perbedaan,” katanya.

Ia mengatakan program desa damai ini sudah berjalan selama empat tahun. Dari 30 desa yang tergabung di Jawa Tengah dan Jawa Timur telah ada 16 desa yang sudah mendeklarasikan desa damai.

 

 

Sumber : Antara

Objek Wisata Gunungkidul Belum Penuhi Syarat Dibuka

Previous article

Mahasiswa UGM Teliti Alga Coklat Bisa Menjadi Antivirus

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kab Sleman