Pendidikan

Pembukaan Dies UGM ke-72, Tukan Becak Dapat Sembako

0
KBM Bauran
UGM antivirus covid-19 (Humas UGM)

STARJOGJA.COM, Info – Rektor UGM Panut Mulyono membuka rangkaian kegiatan Dies Natalis UGM ke-72 di Halaman Balairung, Selasa (26/10). Pembukaan rangkaian Dies ini ditandai dengan pengukuhan Duta Health Promoting University (HPU) dan Mental Health First Aider dari masing-masing Fakultas. Selain itu juga dilakukan secara simbolis penyerahan paket sembako dan perlengkapan alat protokol kesehatan kepada perwakilan pengemudi becak yang biasa mangkal di sekitar kampus UGM.

Ketua Panitia Dies UGM ke-72 Gugup Kismono mengatakan tema Dies UGM tahun ini adalah Mengawal Indonesia Sehat dan Mengukuhkan Jati Diri Universitas Gadjah Mada. Menurut Gugup , tema ini sangat relevan kondisi bangsa Indonesia sekarang dimana kita masih berjuang menghadapi pandemi penularan covid-19. Oleh karena itu kontribusi UGM dalam mengukuhkan jati diri melalui kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian harus perlu dikuatkan terutama untuk membantu pemerintah ikut menanggulangi pandemi.

“Kita bersyukur, dalam beberapa waktu terakhir bisa hasilkan produk riset bidang alat kesehatan dan sistem kesehatan, lalu jumlah kegiatan penelitian dan pengabdian bersama mitra sangat signifikan kesemuanya dilakukan untuk kerja kemanusiaan,” katanya.

Baca juga : Dies Natalis ke-68 UGM gelar Gamafair

Menurut Gugup, pandemi ini memberikan dampak luar biasa bagi kesehatan termasuk bagi warga UGM sendiri. Berdasarkan hasil survei internal, sekitar 27,1 persen warga UGM ternyata sudah pernah terjangkiti covid-19.

“Banyak yang terjangkit covid-19, paling tidak dari survei ke lebih 450 orang, mengindikasikan 27,1 persen pernah terjangkit covid-19, baik mereka yang berada di jogja dan luar jogja, baik yang kini tinggal di rumah maupun di kos-kosan,”ujarnya.

Gugup menuturkan pengukuhan personil duta kesehatan dan mental health ini dimaksudkan untuk meningkatkan derajat kesehatan warga UGM untuk tetap bisa beraktivitas dan lebih produktif meski dalam situasi pandemi. Dalam kesempatan itu, Gugup menyampaikan beberapa rangkaian kegiatan Dies UGM ke-72 akan diisi dengan kegiatan olahraga dan perlombaan yang ada hubungannya dengan masalah kesehatan dan produktivitas.

Rektor UGM dalam pidato sambutannya, mengatakan kegiatan Dies UGM kali ini dilaksanakan secara sederhana dikarenakan karena masih dalam situasi pandemi. Tema Dies UGM yang berkaitan dengan dunia kesehatan ini menurutnya relevan dengan kondisi sekarang ini dimana bangsa indonesia tengah berjuang untuk mengendalikan penularan covid-19. UGM sendiri terus berusaha menerapkan protokol kesehatan secara ketat baik untuk aktivitas perkantoran maupun saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka terkendali nantinya.

“Usaha kita menerapkan protokol kesehatan yang ketat diharapkan agar kita bisa melakukan aktivitas kegiatan akademik bisa berjalan sehingga target pembelajaran pun bisa diraih,”paparnya.

Penunjukan duta kesehatan di masing-masing Fakultas menurut Rektor diharapkan bisa mendorong perubahan perilaku dan gaya hidup sehat bagi civitas UGM. Duta pertolongan pertama untuk kesehatan mental menurutnya diharapkan bisa membantu mahasiswa secara psikologis mengalami kesulitan dalam belajar ketika mengikuti pembelajaran di kampus.

“Apabila ada hal kurang menyenangkan atau mengalami kesulitan dalam belajar, teman yang diajak berbicara pertama itu para (duta) mahasiswa ini selanjutnya bisa mencari solusi sehingga mahasiswa tetap mampu menghadapi berbagai persoalan yang dihadapinya,”katanya.

Dalam kesempatan itu Rektor berpesan bahwa pandemi memang memberi dampak luar biasa sehingga kuliah tatap muka di kampus ditiadakan bahkan kegiatan berkumpul lainnya. Namun begitu dari pandemi pula memberi pengalaman bagi kampus UGM untuk secara penuh bisa melaksanakan kuliah secara daring. Padahal sebelum pandemi, sudah ada peraturan Rektor bahwa 40 persen konten pembelajaran di UGM bisa disampaikan secara daring.

“Saat pandemi, justru kita bisa melaksanakan daring secara utuh. Lalu pengalaman dari sinergi antar institusi dan lintas keilmuan dengan hadirnya alat GeNose. Karena itu sinergi lintas bidang dan lintas generasi diperlukan kita bisa hasilkan karya yang memberikan manfaat bagi bangsa,”katanya.

Dirjen Pendidikan Tinggi, Kemendikbud Ristek RI, Prof Nizam, menyampaikan ucapan selamat atas mulai dilaksanakannya rangkaian kegiatan Dies UGM ke-72. Menurutnya dengan usia 72 tahun tersebut, UGM tentu memiliki pengalaman panjang dalam bidang pembelajaran dan karya riset serta pengabdian untuk masyarakat.

“Usaia 72 tahun tentu UGM kaya akan pengalaman pembelajaran, karya dari para civitas akademikanya dan karya pengabdian lainnya yang tentu sudah menyebar dalam republik ini dan mancanegara. Semoga kedepan semakin banyak karya dan prestasi UGM untuk mengharumkan negeri dan bangsa ini sehingga menjadi kebanggan kita semua,” ucapnya.

 

Humas UGM

Bayu

Balai Bahasa DIY Gelar Sosialisasi Layanan Bahasa dalam Ranah Hukum di Kulonprogo

Previous article

Mahasiswa Kembali Beraktivitas di Kampus dengan Protokol Ketat

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Pendidikan