News

Saat Mudik, Pemeriksaan Syarat Perjalanan Dilakukan Random

0
Pemeriksaan mudik
( Ilustrasi pemeriksaan kendaraan ). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

STARJOGJA.COM, Info – Pemeriksaan syarat perjalanan secara acak atau random akan dilaksanakan ketika arus mudik Lebaran tahun ini. Namun, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan pelaksanaannya akan berbeda di tahun ini.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati menegaskan bahwa pelaksanaan pemeriksaan acak tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaannya, yakni pemeriksaan tidak akan dilakukan di pos-pos pelayanan serta tidak akan ada aturan untuk memutar balik kendaraan jika ada syarat yang tidak dipenuhi.

Pemeriksaan pada saat arus mudik 2022 akan dilakukan di sejumlah rest area serta jalan utama khususnya yang dekat dengan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang, yang menjadi jalur utama mudik. Pada lokasi tersebut, Kemenhub rencananya juga akan menyediakan vaksinasi dosis ketiga atau booster, yang menjadi syarat untuk melakukan perjalanan mudik.

 Hal tersebut sejalan dengan Surat Edaran Satgas Covid-19 No.16/2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), serta SE Kemenhub dari masing-masing subsektor moda transportasi.

“Random check tidak akan dilakukan di pos penyekatan dan kita tidak akan mengecek satu-satu dan kemudian disuruh [putar] balik apabila tidak memenuhi syarat. Itu sudah tidak dilakukan lagi, namun lebih ke menyediakan pelayanan bagi masyarakat yang mungkin belum memenuhi syarat [booster]. Kalau ada yang membutuhkan, akan disiapkan tapi tentu dalam jumlah yang terbatas,” kata Adita pada media briefing, Jumat (8/4/2022).

 Kendati tidak diminta untuk putar balik, Adita menegaskan bahwa syarat vaksin booster bertujuan untuk mencegah penyebaran virus pada saat kegiatan mudik. Apalagi, survei Kemenhub menemukan bahwa 85,5 juta orang berencana untuk melakukan mudik Idul Fitri tahun ini.

Di sisi lain, pemeriksaan syarat booster maupun tes Covid-19, bagi yang belum mendapatkan booster, untuk pemudik jalur darat juga menjadi penting mengingat mobil pribadi menjadi moda transportasi yang akan paling banyak digunakan oleh masyarakat.

“Khusus untuk kendaraan pribadi, untuk kendaraan roda empat maupun roda dua kan angkanya luar biasa tinggi, melebihi 40 juta yang akan menggunakan [moda] ini,” terang Adita.

Berdasarkan survei Kemenhub akhir Maret lalu, puncak arus mudik akan jatuh pada sekitar H-3 dan sekitar H+5 Idul Fitri, pada pukul 07.00 dan 09.00 WIB. Terkait dengan moda transportasi, masyarakat paling banyak akan menggunakan kendaraan pribadi jalur darat yakni mobil pribadi dan sepeda motor.
 Selanjutnya, masyarakat memilih untuk menggunakan bus dan travel, udara, kereta api, dan kapal penyeberangan.
Sumber : Bisnis

 

Serangan Monyet Ekor Panjang di Gunungkidul Meluas di 9 Kapanewon

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News