FeatureNews

Kamajaya Business Club, Cara Cetak Generasi Entrepreneur

0
Kamajaya Business Club
Kamajaya Business Club

STARJOGJA.COM, Info – Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta (Kamajaya) merilis program Kamajaya Business Club (KBC) untuk menggembleng jiwa entrepreneurship mahasiswa dan lulusan. Selain menekuni bidang akademik, KBC hadir untuk memfasilitasi keluarga UAJY yang ingin menekuni dunia bisnis.

“Jadi Kamajaya sendiri alumninya memang membuat sebuah keluarga yang menaungi, dan KBC ini salah satu program kerja yang dinaungi Kamajaya,” tutur Ketua KBC, Dedi.

Disampaikan Dedi, selain KBC Kamajaya juga punya program kerja lain yaitu KS (Kamajaya Scholarship). Namun, menurutnya KBC lebih berfokus pada sektor ekonomi bisnis.

Baca juga : UAJY Pecahkan Rekor MURI Hak Cipta Terbanyak

Mengusung visi terbentuknya jiwa entrepreneurship yang kreatif, inovatif, dan adaptif, KBC ingin tampil sebagai suatu wadah belajar bersama. Meski masih dalam lingkup internal UAJY, KBC mencoba untuk mengkolaborasikan potensi mahasiswa dan para alumni. Selain itu, anggota KBC pun tak disyaratkan memiliki latar belakang bisnis atau kewirausahaan.

“Jadi macem-macem, nggak semua harus dari jurusan bisnis. Tapi semua fakultas harus ngerti soal entrepreneurship,” tutur Dedi.

Ide pendirian KBC sejatinya didasari fenomena banyaknya civitas akademika UAJY yang memiliki minat di bidang bisnis namun terkendala akses. Selain itu, fasilitas penunjang yang tersedia juga masih belum begitu mendukung.

Gebrakan Kamajaya dengan me-reaktivasi KBC ini berpotensi mendorong perguruan tinggi lain yang berada di bawah naungan Yayasan Atma Jaya.

“Jadi ini program besar, tapi kami mulai dari yang kecil-kecil dulu di Yogyakarta. Tapi tidak menutup kemungkinan ini (KBC) akan dilakukan di kota-kota atau daerah lain,” ujar Sekar Tyas Nareswari selaku bendahara KBC.

Nantinya, program KBC akan terbagi ke dalam enam sub program. Masing-masing program tersebut saling berkaitan dalam membangun jiwa entrepreneurship serta jiwa sosial mahasiswa maupun alumni.

“Kita membuat program yang punya dampak sosial,” beber Sekar.

Sekar pun menjelaskan bahwa enam sub program tersebut yakni kelas bisnis, professional job fair, sociopreneur dan event dengan pihak luar, advokasi dan promosi, koperasi, serta R&D. Ditambahkan Dedi, keenamnya secara integral akan menjadi wahana belajar eksternal yang nyaman dan menyenangkan.

“Belajar itu nggak harus selalu di kampus. Waktu kita jadi mahasiswa pun bisa belajar di luar,” imbuhnya.

Kehadiran KBC diharapkan mampu membangkitkan geliat dan sinergi antara unsur akademik dengan bisnis. Meski begitu, KBC tetap memfasilitasi bagi kalangan mahasiswa atau alumni yang tetap ingin fokus menekuni bidang akademik tertentu.

“Selain menggali potensi dari adik-adik yang kita dampingi, tapi kompetensinya (akademik) juga kita beri referensi,” kata Dedi.

Menyadari perlunya pengembangan bisnis di era digital ini, KBC siap membantu permodalan. Melalui model koperasi, KBC didorong dapat menyejahterakan anggota dengan tetap melangsungkan transaksi ekonomis.

Pelibatan kolaboratif dan harmonis antara unsur mahasiswa dan alumni merupakan kunci bagi pengembangan KBC. Selain memberi dampak profit, hadirnya KBC juga dapat mendorong rasa sense of belonging dari para lulusan.

“Program-program yang menciptakan ekosistem kolaboratif bagi alumni-alumni,” tegas Sekar.

Penulis : Muhammad Imam Khoirul Mutaqin

HUT ke-54, BPJS Kesehatan Gelar Senam dan Donor Darah Massal

Previous article

Mewujudkan Kota Jogja yang Ramah Anak

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature