News

Transformasi Gula Jawa Menjadi Gula Semut

0
Gula Semut
Ilustrasi Gula Semut (Foto: Lampungpost.id)

STARJOGJA.COM – Gula jawa, olahan berbahan dasar air nira yang didapat dari air perasan batang atau getah tandan bunga pohon kelapa. Selain dapat menjadi pemanis pengganti gula pasir juga dapat menjadi bumbu masakan.

Inilah yang membuat gula jawa menjadi salah satu andalan Desa Gedong, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Namun karena kurangnya inovasi maka banyak produsen gula jawa bertindak hanya sebagai pengepul dan pengolah.

Hal ini menjadi perhatian mahasiswa KKN UNY di Desa Gedong. Mereka membantu mengolah gula jawa dan melakukan inovasi gula semut. Gula semut adalah gula merah versi bubuk dan sering orang mengenalnya sebagai Gula Kristal.

Para mahasiswa UNY yang KKN di Desa Gedong adalah Diah Widiastutik, Dimas Cahya Andriantopo, Mariyani Ulfah, Lia Nur Jannah, Lilis Fitri Anggraeni prodi, Dennise Indrya, Haitsam, dan Said Abdurrahman.

Mengapa Beralih ke Gula Semut?

Menurut Diah Widiastutik, ketua kelompok KKN. Mereka membuat gula semut sebagai salah satu sarana branding Desa Gedong sebagai produsen gula yang sehat.

“Harapannya gula semut ini dapat masuk ke dalam Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes,” kata Diah, Rabu (2/11).

Lurah Desa Gedong, Rustriningsih mengatakan bahwa permasalahan produsen/pelaku usaha gula jawa ialah tidak bisa mengatasi naik turunnya harga gula jawa hingga berpengaruh kepada perekonomian.

“Adanya ketidakstabilan harga di pasaran dan kurangnya inovasi produk menjadi permasalahan bagi pelaku usaha gula jawa di Desa Gedong,” ungkap Sudrajat salah satu produsen gula jawa Desa Gedong.

Kelebihan Gula Semut

Dennise Indrya mengatakan gula semut ini mengandung berbagai kandungan seperti Thiamin (Vitamin B1), Riboflavin (Vitamin B2), Nicotinic Acid (Vitamin B3), Pyridoksin (Vitamin B6), Ascorbic Acid, Kalsium dan Niacin.

“Thiamin memperkuat sistem syaraf dan otot sedangkan riboflavin memperbaiki sistim kerja jaringan dan saluran pencernaan tubuh serta menghasilkan antibody,” katanya.

Sesuai kandungannya, gula semut ini dapat mencegah rematik, flu, asma, mencegah kanker, menciptakan sistem imunitas, memperkokoh tulang dan sendi, melancarkan peredaran darah, dan membantu kesehatan kulit, sistem syaraf serta sistem pencernaan.

Baca Juga : Digitalisasi Lewat Qris, Kemudahan Transaksi Untuk Semua

Mantan Lurah Gedong, Sudaryanto mengapresiasi karya mahasiswa KKN UNY. Menurutnya gula semut sebagai pemanis dalam teh lebih enak dan manis daripada gula jawa maupun gula pasir.

“Karena bubuknya mudah larut maka gula semut ini lebih efisien, daripada gula jawa yang masih menyisakan gumpalan-gumpalan,” kata Sudaryanto.

Harapannya dengan adanya inovasi gula semut ini merupakan salah satu strategi awal guna meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam membangun perekonomian desa terutama di Desa Gedong. (Maylin Angelica)

Sumber : Humas UNY

8 November, Yuk Lihat Gerhana Bulan Total  

Previous article

“MAXIDENT” Bertengger Di Top 200 Billboard

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News