NewsNusantara

OPINI : Wakil Ketua MUI : Hidup Harmonis di Tengah Keberagaman Bagian Dari Muamalah

0
memerangi Islamofobia
toleransi

STARJOGJA.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. KH. Marsudi Syuhud menyatakan kolaborasi warga dalam momentum Natal ini adalah hal yang sangat penting. Kolaborasi yang dimaksud adalah tentang bagaimana kita sebagai umat beragama bisa saling bersama-sama dan melakukan sesuatu yang dibutuhkan bagi satu sama lain.

Menurutnya, Hal ini adalah bagian dari kategori Muamalah.

Umat muslim Indonesia sebagai umat beragama Islam, berbangsa dan bernegara di Indonesia telah mendapatkan teladan langsung dari sikap Nabi Muhammad yang hidup dalam berbangsa dan bernegara di Madinah. Beliau hidup bersama antar umat beragama dari agama Islam, Majusi, Nasrani, dan Yahudi dapat sepakat sepakat hidup bersama bersatu dalam gotong royong.

KH. Marsudi Syuhud menjelaskan keterlibatan Banser dalam pengamanan Natal misalnya, bukan karena situasi tidak aman, melainkan untuk ikut menjaga kehidupan bersama karena kita bersama-sama hidup, agar sama-sama nyaman, enak, dan kepenak.

Terkait pentingnya menjaga harmonisasi di tengah Natal dan Tahun Baru maupun Tahun Politik bahkan tahun-tahun lainnya , dirinya menegaskan bahwa yang terpenting adalah menjadi bangsa yang satu diikat oleh kebersamaan.

Dengan ini, pihaknya yakin Indonesia akan damai dan nyaman. Sebagaimana berbangsa adalah ber-aturan, maka menghadapi Natal, Tahun Baru, Tahun Politik, yang terpenting adalah memiliki akhlak yang sesuai aturan. Maka pastinya tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran seperti menyebar hoax, maupun larangan lainnya.

Menurutnya, Kita harus bersyukur, karena Indonesia adalah negara civilized, yang beradab. Lihat bagaimana negara lain yang perang dengan kaum nya sendiri. Maka inilah pentingnya kita diskusi, ada ruang bersama antar sesama umat beragama agar saling memaafkan. Jadikanlah Indonesia sebagai rumah besar.

Lebih lanjut, KH. Marsudi Syuhud menjelaskan Natal kali ini menjadi Natal pasca pandemi Covid-19, tetapi pihaknya mengimbau bahwa penyakit akan ada terus menerus, sehingga kewajiban umat adalah menjauhkan diri dari wabah dan penyakit.

Wakil Ketua MUI juga menyatakan bahwa MUI berperan dalam menjaga Kamtibmas, para kiai, ustad, dari pusat hingga kampung, bersama masyarakat agar dapat memahami bagaimana hak-hak bertetangga, hak-hak berbangsa, berkeluarga dan berteman. Hari ini kita menghormati Natalan. Bertetangga saja perlu saling menghormati.

Menurut KH. Marsudi Syuhud terkait mengucapkan Selamat Natal ada yang mengatakan boleh tidak boleh, itu adalah pendapat. Yang penting saling menghormati dan menjaga harmonisasi dan tanpa saling menuntut. Selalu ucapkan yang baik.

Pihaknya juga menekankan bahwa perbedaan itu rahmah.

Pesan terakhir, KH. Marsudi Syuhud mengingatkan bahwa sesuatu yang paling mahal adalah rukun.

“Rasullullah telah mengingatkan umat bahwa silaturahmi bisa menambah rejeki, connectivity one and another. Silaturahmi tidak dibatasi oleh agama tertentu. Dimana Anda berada, dengan tetangga pun tetap silaturahmi. Apalagi dalam berbangsa, tetaplah menjadi satu, memberi ruang untuk diskusi, saling memaafkan, dan jangan mencari persoalan-persoalan memicu konflik. Insha Allah, 2024 Indonesia bisa kenyal ketika dihadapkan dengan berbagai situasi karena tetap bisa bersatu,” tutupnya

Oleh : Reenee Winda Adam, kontributor Nusa Bangsa Institute

Shin apresiasi dukungan Presiden-suporter di Laga AFF

Previous article

FIFA Selidiki Mengapa Koki Selebritas Pegang Piala Dunia di Lapangan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News