Kab SlemanNews

Wisata Candi Ditarget 500.000 Pengunjung

0
prambanan tutup
Ilustrasi Prambanan

STARJOGJA – SLEMAN – PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko bersiap menyambut libur Lebaran tahun ini. Untuk menarik kunjungan wisatawan, beragam wahana baru selama libur lebaran disiapkan.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT TWC Borobudur Prambanan dan Ratu Boko Ricky Siahaan mengatakan selama libur lebaran pihaknya menargetkan 500.000 wisatawan yang berkunjung. Target tersebut dinilai realistis karena libur lebaran dimulai sejak 22 Juni hingga 2 Juli 2017.

Pihaknya memperkirakan sebanyak 316.792 orang akan mengunjungi Candi Borobudur. Jumlah tersebut naik 8% dibandingkan kunjungan tahun lalu.

“Selama 11 hari, wisatawan Borobudur tak hanya melihat kemegahan candi, tapi juga beberapa aktraksi seni dan budaya. Misalnya bregodo dan punokawan,” katanya, Minggu (18/6/2017).

Selain itu, pihaknya juga menyediakan spot foto payung teduh dengan latar belakang Candi Borobudur. Selain itu, ada wahana menarik seperti kereta taman, andong wisata, kuda tunggang, sepeda wisata, paket wisata desa dengan VW, dapur foto tempo dulu, jemparingan.

Ricky menambahkan, untuk objek wisata Candi Prambanan ditarget sebanyak 196.250 pengunjung atau meningkat 10% dari tahun lalu. Pihaknya juga menyiapkan ragam wahana wisata tambahan seperti musik anak, akustik, jatilan, prajurit, kampung dolanan, batik kayu, koes plus-an, badut si kera putih hanoman, hingga workshop batik yang melegenda.

“Untuk Ratu Boko, target kunjungan sebanyak 31.938 pengunjung. Itu terjadi kenaikan 10 persen dibanding tahun lalu,” katanya.

Sejumlah pertunjukan musik seperti campursari, srandul, gejug lesung, cokean, wanara, keroncong, elektone, dan lainnya akan menyemarakan libur Lebaran tahun ini.

Pihaknya juga akan memaksimalkan unit teater pentas dan transportasi. Pengelola Sendratari Ramayana Ballet menargetkan jumlah wisatawan sebanyak 4.275 orang. “Kami mengemas extra show 26-29 Juni dengan beragam tarian seperti tari rampak wanara, tari kidang, tari kukilo, tari lutung, dan tari prawiroguna,” katanya.| Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja |

Komunitas Perkusi Semarakkan Ngabuburit Star Jogja

Previous article

Dishub Kulon Progo Kerahkan Linmas Jaga Perlintasan Tanpa palang pintu

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kab Sleman