Menteri PUPR : Pengeboran sumur akan dilakukan untuk antisipasi kekeringan

Starjogja.com, Sleman – Musim kemarau masih berlangsung, beberapa daerah mengalami kekeringan dan kesulitan air. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan akan memperbanyak titik pembuatan sumur bor untuk mengantisipasi potensi bencana kekeringan memasuki puncak musim kemarau ini.

“Jadi untuk situasi emergensi kekeringan pemerintah tidak hanya melakukan pengedropan air dari tangki saja, tapi kami juga melakukan pengeboran sumur air dalam,” kata Basuki seusia menghadiri Kongres dan Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-2 Perhimpunan Ahli Air Tanah Indonesia (PIT PAAI) 2017 di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Rabu, (13/09/2107), sepeti dikutip ari Antara.

Basuki mengatakan hingga saat ini total sumur bor atau sumur air tanah dalam yang aktif di seluruh Indonesia mencapai 6.902 sumur. Sebanyak 488 sumur digunakan untuk kebutuhan air bersih masyarakat dan 6.414 sumur lainnya digunakan untuk kebutuhan irigasi lahan.

Saat ini, menurut dia, sedang dilakukan upaya pengeboran kembali di sejumlah titik wilayah yang rawan kekeringan seperti di Pati, Jawa Tengah (dua titik), Sukabumi, Jawa Barat (tiga titik) dengan debit air mencapai 10-20 liter per detik.

Menurut dia, aktivitas pengeboran sumur air dalam tidak membutuhkan waktu yang lama dan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sepanjang tahun. “Proses pengeboran paling satu sampai dua minggu sudah selesai,” ujarnya.

Kendati demikian, Basuki meyakini, potensi kekeringan di sejumlah wilayah tidak akan berlangsung lama karena sesuai perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Oktober 2017 sudah memasuki awal musim hujan. “Jadi insya Allah ketersediaan air bersih masyarakat masih aman,” kata Basuki. (Am)

Silahkan bergabung untuk diskusi