Upacara Cing-Cing Goling, Tanaman Petani Diinjak, Namun Disyukuri

STARJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL – Di Kabupaten Gunungkidul ada tradisi yang memiliki keunikan dan cerita menarik.Acara itu dikenal dengan nama upacara tradisi Cing Cing Goling.Event budaya ini diadakan di Desa Gedangrejo Kecamatan Karangmojo. Upacara ini, sebagai ungkapan syukur,sekaligus merupakan sedekah bendungan,yang sudah berlangsung sejak abad 16 lalu.

Tradisi Cing Cing Goling merupakan tradisi peninggalan nenek moyang, yang sudah ada sejak tahun 1600 yang lalu. Munculnya upacara tradisi, juga tidak terlepas dari kerajaan Majapahit. Ketika Majapahit runtuh/ para hulu balang raja,mencari keselamatan ke daerah Gunungkidul, yang saat itu masih berupa hutan,dan penduduknya masih jarang.

Setelah sampai di wilayah Gedangan , sejumlah punggawa Kerajaan Majapahit tersebut beristirahat dan menempati daerah tersebut. Mereka pun mempunyai jasa besar dalam memajukan pertanian, yakni membangun bendungan di Kali Kebo Gawang.

Ada keunikan dalam upacara tradisi tersebut yakni bagi masyarakat yang mempersembahkan ingkung ayam,harus benar-benar iklas,karena apabila dengan terpaksa, ingkung tidak akan bisa matang.

Sebelum sesaji dibagikan kepada pengunjung, didahului dengan prosesi Cing Cing Goling.Prosesi ini dilakukan oleh 24 orang yang menyusuri lahan pertanian.Mereka saling berkejar-kejaran dan berlari sambil mencincingkan kainnya.Oleh karena itulah, tradisi tersebut kemudian dikenal sebagai Cing Cing Goling.(DEN)

Silahkan bergabung untuk diskusi