Flash InfoLifestyle

Penderita DM Harus Jaga Gaya Hidup

0
Diabetes wanita
ist

Dalam rangka Hari Diabetes Sedunia yang diperingati pada tanggal 14 November setiap tahunnya, Radio StarJogja FM menjadikan tema tentang Diabetes menjadi perbincangan pagi pada program Lintas Kota, dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya.

Arief Adi Setiawan , Skep NURSE ,M.Kep , Dosen Stikes Ahmad Yani , menjelaskan Diabetes (Diabetes Melitus) adalah penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang jauh di atas normal. Kadar gula darah yang normal pada tubuh penting bagi kinerja dan kesehatan tubuh. Namun beda cerita jika kadarnya terlalu tinggi atau rendah. Kadar gula darah yang terlalu tinggi atau rendah bisa memberikan dampak buruk baik secara jangka pendek maupun jangka panjang.

Jika kadar gula darah terlalu tinggi atau disebut hiperglikemia, anda beresiko untuk mengalami gangguan pada tubuh diantaranya adalah badan terasa lelah, nafsu makan menggila, bobot tubuh berkurang, sering merasa haus, dan sering buang air kecil. Bahkan apabila gula darah amat tinggi dan melebihi 350 mg/dL, anda akan mengalami perasaan mudah gelisah, tingkat kesadaran menurun, sangat kehausan, penglihatan tidak jelas, dan pusing. Perubahan pada kondisi kulit juga dapat terlihat, seperti memerah, kering, dan terasa panas.

Selain menderita hal-hal tersebut, kadar gula darah terlalu tinggi, terutama yang tidak pernah mendapat pengobatan, juga bisa menyebabkan bahaya serius seperti Ketoasidosis Diabetik atau Sindrom Diabetes Hiperosmolar.
Bertolak belakang dengan kadar gula darah yang tinggi, kadar glukosa yang rendah juga bukan berarti anda aman karena hal inipun turut memicu gangguan kesehatan.

Tubuh akan lemas dan tidak bertenaga, kulit berubah pucat, berkeringat, kelaparan, kelelahan, jantung berdebar, kesemutan di area mulut, gelisah, dan mudah marah. Selain itu anda dimungkinkan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi, ketidak mampuan berdiri atau berjalan, kejang, stroke, koma dan bahkan berujung pada kematian.
Selain itu, anda juga bisa mengalami infeksi pada gigi dan gusi, masalah kulit, osteoporosis, gagal ginjal, kerusakan saraf, kebutaan, dan penyakit kardiovaskular.

Sangat penting bagi anda untuk selalu menjaga kesehatan dan pola hidup, karena Diabetes Melitus bukan semata-mata disebabkan oleh faktor genetis saja, namun bisa juga disebabkan oleh pola hidup yang tidak terjaga.
Anda bisa melakukan cek kesehatan dengan rutin mengecek tes gula darah dan menjalani hidup sehat, sehingga bisa terhindar dari efek negatif dari tinggi atau rendahnya kadar gula darah.

Dukungan dari orang-orang disekitar, juga sangat membantu dalam memberikan semangat hidup kepada para penderita.Sekali terkena Diabetes, maka anda harus hidup dengan penyakit ini selama sisa usia. Maka dari itu, hindarilah penyakit Diabetes dengan beberapa upaya selagi bisa. Jangan sampai menyesal di kemudian hari. (DGW)

 

UAD raih akreditasi “A”

Previous article

51 anggota Panwascam dilantik

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info