Kab SlemanNews

Ribuan Masyarakat Saksikan Kirab Saparan Bekakak

0
kirab saparan bekakak

STARJOGJA.COM, SLEMAN – Ribuan masyarakat menyaksikan kirab budaya Saparan Bekakak, Jumat sore. Kirab budaya diawali dari Lapangan Balai Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping.

Ketua Panitia Tradisi Bekakak, Bambang Cahyono, mengatakan bahwa tradisi yang lebih dikenal dengan sebutan Saparan Bekakak ini merupakan kegiatan yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat setiap tahunnya.

“Saparan Bekakak ini budaya yang melekat di masyarakat khususnya Gamping dan selalu diramaikan oleh masyarakat setiap penyelenggaraannya,” katanya.

FOTO : Denie Artha

Adapun prosesi Saparan Bekakak diawali dengan pelaksanaan upacara adat yang diikuti oleh seluruh bergodo.Usai melakukan upacara adat, prosesi dilanjutkan dengan Budalan Kirab yaitu dengan pemecahan kendi Tirto Dono Jati oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dan Camat Gamping Arif Marwoto yang sekaligus melakukan pelepasan sepasang burung merpati putih.

Prosesi Saparan Bekakak kemudian dilanjutkan dengan proses kirab bergodo dengan membawa sejumlah sesaji bekakak yang juga diikuti oleh arak-arakan ogoh-ogoh dan raksasa Genduruwo menuju Gunung Gamping.

Kirab Saparan Bekakak

Upacara bekakak di gelar di Gunung Gamping. Upacara bekakak disebut juga Saparan. Disebut saparan sebab pelaksanaan upacara tadi harus jatuh atau berkaitan dengan bulan sapar.

Upacara ini diadakan atas perintah P. Mangkubumi. Mengenai kata saparan berasal dari kata sapar dan berakhiran an. Kata sapar identik dengan ucapan Arab Syafar yang berarti bulan Arab yang kedua. Jadi Saparan ialah upacara selamatan yang diadakan disetiap bulan Sapar.

Saparan Gamping disebut juga Saparan Bekakak. Bekakak berarti korban penyembelihan hewan atau manusia. Bekakak pada saparan ini hanya tiruan manusia saja, berujud boneka pengantin dengan posisi duduk bersila yang terbuat dari tepung ketan.

Penyelenggaraan upacara saparan Gamping bertujuan untuk menghormati arwah Kiai dan Nyai Wirosuto sekeluarga. Kiai Wirosuto adalah abdi dalem penangsong (hamba yang memayungi) Sri Sultan Hamengku Buwana I

PSS Punya Kans Akhiri Musim di Papan Atas Liga 1

Previous article

Pemda DIY Berharap Masyarakat Relakan Lahan untuk Jalur Tol

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kab Sleman