News

Ini Alasan Ciputra Sebagai Begawan Properti

0
generasi ketiga Grup Ciputra
Awal karir Ciputra (bisnis)

STARJOGJA.COM, Info – Hari ini, tepat 25 tahun sejak PT Ciputra Development Tbk. melantai di pasar modal Indonesia, sang pendiri Ir. Ciputra menghembuskan nafas terakhirnya. Media massa kerap menyebut Ciputra sebagai begawan properti. Begawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah petapa, orang mulia, atau pelopor dalam bidang tertentu.

Gelar itu disematkan kepadanya berkat sepak terjang beliau dalam membangun properti di seluruh Indonesia. Pada saat ini saja, Ciputra Group memiliki 30 proyek lebih yang tersebar di seluruh Indonesia.

Namun tidak banyak yang tahu, bahwa pria yang kerap disapa dengan Pak Ci itu mengawali semuanya dari garasi persis seperti mendiang Steve Jobs. Pria lulusan Institut Teknologi Bandung itu mengawali karir sebagai konsultan arsitektur di Bandung dengan mendirikan PT Daya Cipta bersama rekannya.

Baca Juga : Cerita Awal Karir Ciputra di Bidang Properti

Baru pada umur 29 tahun, Pak Ci hijrah ke ibu kota. Setelah berkiprah di Jakarta, beliau bergabung dengan Jaya Group induk usaha dari PT Jaya Real Property Tbk. (JRPT). Beliau masuk dalam jajaran Komisaris sejak 1996. Bahkan sampai nafas terakhirnya, Pak Ci masih menduduki kursi Komisaris Utama perseroan.

Bersama dengan Jaya Grup, Pak Ci membangun Pantai Impian Jaya Ancol yang kini telah menjadi perusahaan publik PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA). Kemudia membangun kawasan hunian di pinggir Jakarta, yaitu Bintaro Jaya.

Saat ini, JRPT tercatat memiliki aset senilai Rp11 triliun per kuartal III/2019 dengan enam kawasan komersial berupa tiga mall, satu jembatan multiguna dan dua pusat grosir yang tersebar di Jakarta dan Tangerang.

Sementara itu, kawasan residensial ada dua yakni di Jakarta dan Tangerang dengan total lahan mencapai 4.329 hektare.

Pak Ci yang selalu tampil dengan gaya kasual menggunakan jas dan juga topi fedora berwarna merah dalam berbagai kesempatan itu kemudian membangun Ciputra Group pada 1981. Perusahaan ini yang sekarang menjadi kerajaan bisnis beliau.

Untuk di Jabodetabek saja, perusahaan berkode saham CTRA itu memiliki 9 perumahan. Di Sumatera terdapat 11 perumahan, di Jawa ada 20 perumahan, di Kalimantan ada 7 perumahan, di Sulawesi ada 8 proyek dan di Bali 1 proyek. Total ada 56 lokasi perumahan.

Itu pun belum termasuk dengan proyek yang saat ini tengah dikerjakan seperti Citra Puri, Citra Sentul Raya, TOD Apartemen di Ciracas, dan kawasan mix-used Citraland Driyorejo. Khusus untuk proyek Citra Puri perseroan akan mengembangkan lahan seluas 18,2 hektare. CTRA menargetkan bisa meraup marketing sales Rp300 miliar pada tahun ini dengan harga per unir Rp900 juta-Rp2 miliar.

Selain residensial, CTRA pun memiliki portofolio berupa kawasan komersial seperti Mall, Hotel, Golf Club dan juga resort. Total kepemilikan mencapai 18 objek properti yang tersebar di Jawa, Kalimantan dan Bali.

Pada tahun ini, CTRA itu menargetkan dana pemasaran Rp6 triliun. Adapun sampai dengan Oktober realisasinya sudah mencapai Rp5,1 triliun.

Hal yang menarik adalah JRPT dan CTRA melantai di bursa pada tahun yang sama 1994. Berdasarkan catatan Bisnis, keduanya pun melakukan afiliasi dalam membangun hotel PT Jaya Citra Hotel pada 2013. Bila Jaya Group adalah tempat Pak Ci bertumbuh, maka Ciputra Group ialah tempat ia melebarkan sayapnya.

Pendiri Ciputra Group Saat Bagikan Pengalaman

Previous article

Harga Kopi Arabika Global Melemah

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News