Cara Ciputra Mendidik Anak-anaknya

0
Ciputra mendidik anak-anaknya
Ciputra di kediamannya di Pondok Indah, Jakarta, Kamis (28/6/2018). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

STARJOGJA.COM, Info – Benar adanya, bila ada kolega yang menyebut bahwa Ciputra tidak akan memberikan mobil atau rumah untuk anak-anaknya saat mereka menikah. Anak-anaknya yang menikah akan diberi proyek yang dananya berasal dari utang. Begitukah cara Ciputra mendidik anak-anaknya?

Mendengar cerita itu, Ciputra tertawa dan membenarkannya. Rupanya, di balik itu ada cara Ciputra memberikan stimulus kepada anaknya untuk berjuang dan kemudian ‘bercahaya’ atas usaha mereka sendiri.

“Cinta saya pada anak-anak, saya berikan dalam bentuk exercise yang menguatkan. Bukan melemahkan,” cerita Ciputra dikutip dari buku karya Alberthiene Endah berjudul The Passion of My Life.

Baca Juga : Generasi Ciputra Siap Lanjutkan Karya Pak Ci

Ciputra Group, katanya berdiri dengan alasan yang sangat khusus. Ciputra berdiri bukan sekadar untuk mengembangkan jumlah perusahaan, tetapi untuk mengajarkan pula kepada anak-anak tentang nilai perjuangan.

Pak Ci, begitu biasa Ciputra disapa oleh koleganya, menuturkan bahwa kemiskinan yang dialaminya ketika masa muda telah mendidiknya dengan keras dan membentuk mentalnya dengan luar biasa dan cara Ciputra mendidik anak-anaknya.

“Waktu kecil saya ditempeleng dan dipukul. Cari makan sendiri. Tapi anak-anak lahir di rumah bagus, dan makanan mereka melimpah,” katanya.

Ciputra sadar betul keberhasilan haruslah diawali dengan perjuangan. Hal itu pula yang membuat dirinya tidak ingin anak-anaknya tumbuh dalam kenyamanan yang justru bisa membahayakan kehidupannya.

“Saya katakan berbahaya karena banyak orang menjadi lemah karena dampak kenyamanan yang berlebihan,” ungkapnya.

Anak-anak, kata Pak Ci, tidak boleh bangga hanya karena ayah mereka adalah Ciputra. Mereka harus bangga karena prestasi mereka.

Mereka juga disadarkan sedari awal, meski ayahnya seorang pengusaha sukses dengan banyak karya bernama Ciputra, hidup tetaplah keras.

“Saya ulangi, hidup tetaplah keras,” katanya.

Menurutnya kehidupan tidak pernah bisa ditebak. Hal apapun yang dibanggakan pada saat ini, sewaktu-waktu bisa lenyap tak berbekas. Reputasi yang dibangun dengan mati-matian, bisa hancur seketika.

Pak Ci menuturkan alasan dirinya membangun usaha karena memang ingin membimbing anak-anaknya selagi masih gesit dan sehat.

“Saya ingin ikut bergumul dengan mereka dan mengajarkan apa itu bisnis bermakna,” katanya.

Oleh sebab itu, Pak Ci membangun sekolah kehidupan bagi keempat putra-putrinya.

Melalui Ciputra Group, Pak Ci tidak hanya mendidik anak-anaknya belajar bisnis, tetap juga belajar menjadi ayah yang baik.

Akan tetapi, betapa terkejutnya Pak Ci ketika dirinya menemui kenyataan bahwa anak-anaknya juga pernah mengalami kecemasan luar biasa karena pola mendidiknya yang dianggap terlalu keras.

Salah satu putrinya Junita Ciputra pernah menyatakan secara langsung kepada Pak Ci bahwa dirinya dan dua adiknya Candra Ciputra dan Cakra Ciputra selalu merasa tegang, tidak rileks, dan diliputi rasa cemas.

Anak-anaknya itu bahkan sempat meminta bantuan psikolog saat menempuh pendidikan di Amerika Serikat.

Dari psikolog yang bernama Mrs. Frances itu pula, Pak Ci belajar banyak hal. Dia melihat begitu banyak kesalahan di dalam dirinya saat mendidik anak-anaknya.

“Adalah sebuah pukulan hebat ketika saya mengetahui kenyataan menyakitkan bahwa anak-anak tidak bahagia,” kata Pak Ci.

Tetapi Pak Ci bersyukur karena mengetahui hal tersebut saat anak-anaknya belum sampai dewasa. Pak Ci akhirnya berjuang keras untuk mengubah diri.

Sosok pekerja keras, Ciputra berpulang pada Rabu (27/11/2019) di Singapura. Saat ini, jenazah Pak Ci disemayamkan di Ciputra Artpreneur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here