Kenaikan Harga Bawang Merah Dorong Inflasi November

0
inflasi november
Petani sedang memane bawang merah

STARJOGJA.COM, JOGJA – Kenaikan Harga Bawang Merah Dorong Inflasi November. Pada November 2019, DIY mengalami inflasi sebesar 0,31% (mtm). Dengan realisasi tersebut, laju inflasi tahun kalender 2019 mencapai 2,30% (ytd) dan inflasi tahunan 2,88% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Hilman Tisnawan mengatakan Inflasi November 2019 terutama disebabkan oleh peningkatan tekanan inflasi pada kelompok harga bergejolak (volatile food). Kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) mengalami tekanan inflasi yang relatif terbatas.  Sementara itu ,tekanan inflasi inti (core inflation) sudah cenderung menurun dibandingkan bulan sebelumnya.

” Kelompok volatile food tercatat mengalami inflasi 0,87%, utamanya disebabkan oleh kenaikan harga komoditas bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras,” jelasnya.

Pada komoditas bawang merah, musim panen yang telah berakhir di beberapa sentra produksi di Bantul dan Gunungkidul menyebabkan pasokan di pasar semakin terbatas sehingga harga cenderung meningkat. Selain itu, komoditas daging dan telur ayam ras harganya juga mengalami peningkatan.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras di tingkat pengecer mencapai 31.650/kg dan 22.450/kg. Kenaikan harga komoditas tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan menjelang perayaan Natal dan TahunBaru.

Adapun kelompok administered pricesjuga mengalami inflasi0,19% (mtm), utamanya dipicu oleh kenaikan harga tiket angkutan udara dan rokok putih ,yakni masing-masing 2,50% (mtm) dan 0,46% (mtm). Sesuai siklusnya, trafik angkutan udara cenderung meningkat di akhir tahun.

” Peningkatan aktivitas MICE turut berperan meningkatkan permintaan transportasi, khususnya angkutan udara. Selain itu, kenaikan cukai rokok yang berlaku pada awal 2020 langsung direspons oleh produsen dengan meningkatkan harga secara bertahap sejak Oktober 2019, sehinggaberdampak terhadap kenaikan harga rokok,” jelasnya.

Sementara itu, pada kelompok inti mengalami inflasi 0,21% (mtm), cenderung menurun dibanding tekanan inflasi bulan sebelumnya. Deflasi harga emas perhiasan sebesar -0,89% (mtm), sebagai dampak dari penurunan harga emas dunia, menjadi sumber utama menurunnya tekanan inflasi inti.

Melalui koordinasi yang semakin baik dan langkah-langkah yang cermat, TPID DIY optimispada akhir 2019, inflasi DIY akan tetap terkendali dan berada pada kisaran target yang ditetapkan,yakni 3,5%±1% (yoy), dengan kecenderungan bias bawah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here