Nadiem : Dampak Terbesar Universitas, Cetak Pemimpin

0
dampak terbesar universitas
Nadiem Makarim memimpin rapat pertama Twitter @Kemdikbud_RI

STARJOGJA.COM, Info – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim hadir dalam pelantikan rektor UI periode 2019-2024 Prof. Ari Kuncoro di Balai Purnomo, Kampus UI Depok, Rabu (4/12/2019). Dalam pidato sambutannya, Nadiem menyebutkan dampak terbesar universitas dalam mencetak pemimpin masa depan.

“Kalau kita menganalisa dampak terbesar universitas, itu simpel jawabanya [yaitu] pencetakan pemimpin masa depan kita, artinya mahasiswa. Saya menyadari prioritas utama proses pembinaan pembelajaraan dan pencetakan karakter mahasiswa di Perguruan Tinggi,” ungkap Nadiem.

Nadiem menyebutkan mulai tahun depan, pendidikan karakter akan mulai dikedepankan. Sehingga pada saat keluar dari Perguruan Tinggi, mahasiswa memiliki karakter dan pengetahuan yang mumpuni.

Baca Juga : Libatkan 7 Universitas, Pilkades 2020 Sleman Terapkan E-Voting

“Semua keputusan dari dosen, regulasi, kelembagaan, semua harus memikirkan apa dampaknya kepada mahasiswa kita. Memang semua universitas ini dipaksa mengejar 100 hal yang berbeda untuk negara ini. Tapi dalam 5 tahun ke depan, kita mencetak pemimpin,” sambung Nadiem.

Lebih lanjut Nadiem menegaskan saat ini gelar tak lagi dapat menjamin kompetensi, kelulusan tidak bisa menjamin kesiapan berkarya, akreditasi tidak menjamin mutu dan masuk kelas tidak menjamin pembelajaran yang efektif.

“Kita memasuki suatu era di mana hal-hal yang sifatnya kemarin formal dan memberikan suatu proxy daripada kualitas yang harus kita pertanyakan. Ini yg harus segera kita akui dan kalau kita tidak bisa bicara terbuka mengenai isu ini, kita tidak bisa meningkatkan mutu Perguruan Tinggi,” ujar Nadiem.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menghadiri pelantikan rektor baru UI Prof. Ari Kuncoro di Balai Purnomo, Kampus UI Depok, Rabu (4/12/2019). Dalam sambutannya Nadiem menyebutkan kesempatan ini ia jadikan sebagai sesi pembuka dalam masa kerjanya lima tahun ke depan.

“Saya bukan alumni UI, tapi orangtua saya, bapak, ibu, tante, om, hampir semuanya eksklusif alumni UI. Saya sebenarnya produk UI juga, saya rasa rasa tidak bisa mencapai sampai segini tanpa UI, ini suatu yang spesial,” ujar Nadiem.

Selanjutnya, Nadiem menyampaikan apresiasinya kepada rektor UI terdahulu Prof. Muhammad Anis yang mampu meningkatkan peringkat UI dalam QS University Ranking 2019/2020. Terlebih lagi, UI berada di daftar University Impact Ranking 2019 yang dikeluarkan Times Higher Education.

“Paling utama yang saya banggakan ranking University Impact yang dikeluarkan Times Higher Education di nomor 80. Karena itu menurut saya dampak real terhadap sustainable development goals,” ungkapnya.

Nadiem juga menyampaikan paparan mengenai tantangan yang akan dihadapi universitas di masa depan, mulai dari perubahan industri, teknologi, hingga budaya yang tidak bisa diprediksi.

“Hal-hal yang tadinya simpel menjadi tidak simpel. Pada saat ini, arahan Pak Presiden adalah SDM unggul. Ini harus diterjemahkan secara konsisten bukan hanya pada Kementerian, bukan hanya perguruan tinggi, dosen dan mahasiswa, tapi ke seluruh masyarakat, SDM unggul,” kata Nadiem.

“Salah satu mentor saya pernah bilang, kalau semua jadi prioritas artinya tidak ada prioritas. Saya memberitahukan prioritas di perguruan tinggi itu sama dengan arahan Presiden, yaitu SDM unggul,” tegas Nadiem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here