Kab SlemanNews

Sosialisasi Pembangunan Tol Jogja – Bawen Dilakukan Per desa

0
sanksi sepeda masuk tol
Ilustrasi Jalan Tol

STARJOGJA.COM, JOGJA – Sosialisasi Pembangunan Tol Jogja – Bawen Dilakukan Per desa. Sosialisasi bakal dilakukan bertahap dari desa ke desa. Sosialisasi pertama dimulai pada Rabu, 22 Juli mendatang.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno mengatakan untuk tahap pertama sosialisasi akan diikuti oleh 50 orang warga secara tatap muka. Pertemuan tatap muka tersebut digelar sesuai protokol kesehatan.

“Sebelum sosialisasi tim menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi petugas dan perangkat desa yang tergabung dalam tim,” katanya kepada Harian Jogja, Minggu (19/7/2020).

Sosialisasi awal untuk rute tol Jogja-Bawen akan dimulai pada Rabu (22/7/2020) mendatang. Tim akan menggelar sosialisasi sesuai penerapan protokol kesehatan di Balai Desa Tambakrejo, Tempel.

“Di Tambakrejo ini ada 88 bidang tanah terdampak dengan luas perkiraan 55,093 meter persegi,” katanya.

Setelah itu secara bertahap, tim juga akan mendatangi desa-desa lainnya yang dilalui jalut tol Jogja-Bawen. Mulai Kecamatan Tempel, Banyurejo (166 bidang seluas 121.485 meter persegi) dan Sumberejo (12 bidang seluas 4.858 meter persegi).

Setelah itu, tim sosialisasi akan bergerak ke Kecamatan Seyegan. Mulai dari Margokaton (190 bidang seluas 102.926 meter persegi), Margodadi (76 bidang seluas 55.478 meter persegi) dan Margomulyo (106 bidang seluas 26.681 meter persegi).

Terakhir, tim akan menggelar sosialisasi di Desa Tirtoadi, Mlati. Di desa ini lahan terdampak tercatat 227 bidang seluas 129.688 meter persegi. Tirtoadi, kata Krido, merupakan satu-satunya desa yang dilintasi dua ruas tol baik Jogja-Bawen maupun Jogja-Solo.

“Jadi Tirtoadi ini akan ada perhatian lebih karena di sana ada jembatan luas lahan lebih dari 100 bidang untuk dua trase tol itu,” katanya.

Krido menekankan kegiatan sosialisasi Pembangunan Tol Jogja – Bawen yang digelar Tim Persiapan Pengadaan Lahan Tol Jogja-Bawen tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

“Tetap kami tekankan protokol kesehatan. Kami undang di desa dulu dengan jadwal sudah diatur. Kalau ada desa yang relatif sedikit jumlahnya (sosialisasi) akan digabung dengan desa terdekat,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ruas Semarang-Jogja Heru Budi Prasetyo mengatakan mengatakan konstruksi tol di wilayah Jogja rata-rata di atas selokan Mataram. Heru memastikan proyek tersebut tidak akan mengganggu fungsi selokan Mataram.

“Hampir 75 persen di atas selokan. Kami sudah berkoordinasi dengan BBWSO, tapi sebagian di atas sawah dan permukiman. Permukiman penduduk pun hanya sebagian saja,” katanya.

Pembangunan tol di Sleman diawali dari Banyurejo hingga Tirtoadi. Di trase ini juga dilengkapi dengan junction Sumberrejo, sebagai pintu keluar. “Target pembangunannya pada 2021, masih menyelesaikan beberapa tahapan termasuk tender. Desember sosialisasi selesai, baru pengadaan tanah,” katanya.

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Tembus Rekor Harian

Previous article

Akhir Pandemi Tergantung Kedisiplinan Masyarakat

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kab Sleman