Health

Kematian di India karena Covid-19 Capai 100 Ribu

0
puncak Omicron
Migrant workers and their families board buses during a lockdown imposed due to the coronavirus in New Delhi, India, on Saturday, March 28, 2020. Indian Prime Minister Narendra Modi ordered the unprecedented move this week in a bid to replicate China’s relative success containing the coronavirus outbreak. But he faces perhaps more obstacles than his neighbor President Xi Jinping, who leveraged the Communist Party’s centralized control to isolate some 60 million people in the province of Hubei, where Covid-19 first emerged. Photographer: Anindito Mukherjee/Bloomberg

STARJOGJA.COM, Info – Kasus kematian akibat Covid-19 di India terus meninggi dan sudah menembus angka 100.000 per hari Sabtu (3/10/2020). Jumlah kematian ini level yang sebelumnya hanya dilewati oleh AS dan Brazil.

Menurut Kementerian Kesehatan India, jumlah total kasus positif di negara Asia Selatan adalah 6,47 juta dan jumlah kematian akibat virus tersebut adalah 100.842.

“India mungkin menyalip AS, dalam beberapa minggu mendatang untuk menjadi negara yang terkena dampak terparah di dunia,” katanya seperti dilansir Bloomberg.

Baca juga : Kasus Covid-19 di India Hampir 5 Juta

Sementara itu, rumah sakit di beberapa negara bagian India sedang berjuang untuk mempertahankan pasokan oksigen medis karena produsen berusaha keras untuk menutup celah dalam pasokan dan transportasi.

Namun, meski epidemi melonjak di seluruh negeri, Perdana Menteri Narendra Modi terus secara bertahap mengurangi pembatasan untuk membuka ekonomi setelah penguncian terbesar di dunia pada akhir Maret.

India melaporkan kontraksi terbesar di antara ekonomi utama pekan lalu, dengan produk domestik bruto menyusut 23,9% dalam tiga bulan hingga Juni dari tahun sebelumnya.

 

Sumber : Bisnis

Bayu

Dampak Iklim La-Nina BMKG Ingatkan Ini

Previous article

DIY Mencatat 38 Penambahan Kasus dan 1 Orang Meninggal Dengan Komorbid

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health