Kab SlemanNews

Sindir Bansos, Aktivis JCW Gelar Aksi Nyapu di Bawaslu

0
jalan mundur
Ilustrasi Aksi Aktivis JCW

STARJOGJA.COM, SLEMAN – Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW), Baharuddin Kamba , Selasa Pagi (01/12) kembali melakukan aksi tunggal. Kali ini ia berteatrikal di depan pagar pintu kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman.

Ia mengatakan Aksi tunggal tersebut dilakukan sebagai dukungan pada Bawaslu Sleman untuk menuntaskan pelanggaran pemilu baik itu politik uang maupun pembagian bantuan sosial (bansos) jelang pencoblosan 9 Desember 2020 nanti. Menurut Baharuddin dalam aksi kali ini dia membawa sapu lidi, batik lurik, topeng super hero Kapten Amerika dan uang mainan.

“ Minimal ada dukungan kepada Bawaslu Kabupaten Sleman agar semakin terpacu untuk bisa menegakkan aturan kebenaran apabila memang ada pelanggaran dalam Pilkada Sleman tahun ini,” kata Baharudin Kamba.

Kamba yang kali ini mengenakan pakai jawa bermotif lurik ini mengatakan bahwa makna di balik itu adalah agar Bawaslu Sleman bisa terus lurus dalam memproses jika memang ditemukan pelanggaran. Tidak hanya baju saja yang menjadi sorotan, topeng superhero pun tak lupa untuk dipakai.

Terkait dengan topeng superhero, ia berharap Bawaslu Sleman dapat menjadi sosok pahlawan untuk menegakkan keadilan dan aturan yang ada. Sedangkan aksi yang dilakukan dengan konsep menyapu uang di halaman depan kantor Bawaslu Sleman tersebut mencoba menghadirkan lingkungan yang bersih dari korupsi.

“Kami ingin mendukung Bawaslu Sleman bersih dari perilaku korupsi. Sebab memang seperti yang diketahui bahwa di beberapa daerah ada oknum Bawaslu yang melakukan tindak pidana kasus korupsi. Misal beberapa waktu lalu yang melibatkan Komisioner Bawaslu dan Komisioner KPU yang menjadi OTT KPK pada awal 2020,” ucapnya.

aktivis jcw

Kamba meminta pemberian bansos di jelang hari H pilkada untuk ditunda. Iamenilai pemberian bansos apapun bentuknya, pasti akan ada timbal balik untuk memilih atau mencari suara kepada calon-calon tersebut. Setidaknya hal itu yang menjadi kekhawatiran aktivis JCW ini.

“Itu juga rawan sekali untuk disalahgunakan jelang hari pencoblosan yang tinggal menghitung hari ini. Apalagi melihat anggaran yang cukup besar,” tegasnya.

Atasi HIV AIDS Butuh Peran Semua Pihak

Previous article

Tambah 110, Total Kasus Positif DIY Tembus 6.000

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kab Sleman