News

Kasus Kematian Puncak Omicron Masih Jauh di Bawah Puncak Kasus Delta

0
kematian Covid-19 Sleman
Gambar kuburan-kuburan baru di taman pemakaman Nossa Senhora Aparecida di Manaus, hutan Amazon, Brazil, 22 April 2020. Kuburan baru itu diduga untuk pasien Covid-19
STARJOGJA.COM, Info –  Jubir Satgas Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa puncak kasus Omicron sudah melampaui puncak Delta pada 15 Februari 2022 yakni menembus 57.049 kasus. Meskipun demikian, Nadia menyatakan bahwa kasus kematian pada puncak Omicron masih jauh dibawah puncak kasus Delta pada 2021 lalu.
“Melihat jumlah kematian yang dilaporkan kemarin 134 kematian di mana jumlah ini jauh lebih rendah. Pada saat Delta, kasus mencapai 56.000, angka kematiannya 2.500,” kata Nadia dalam konferensi pers virtual, Rabu (16/2/2022).

Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa vaksinasi memiliki peran penting untuk mencegah masyarakat mengalami gejala sedang hingga berat saat terinfeksi Covid-19. Adapun, data Satgas Covid-19 menunjukkan dalam 7 hari terakhir atau sejak 8 Februari 2022, kasus kematian harian berturut-turut 83, 65, 74, 107, 111, 145, dan 134.
 
Baca juga :Jakarta Terindikasi Melampaui Puncak Covid-19 Varian Omicron  

Sementara itu, total kasus kematian nasional akibat Covid-19 telah mencapai 145.455 orang. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sudah ada 1.090 pasien meninggal di masa varian Omicron mendominasi kasus Covid-19 di Indonesia per Minggu (13/2).

Dari 1.090 pasien yang meninggal itu diketahui 68 persen diantaranya belum disuntik vaksin Covid-19 dosis lengkap. Nadia menegaskan bahwa vaksinasi lengkap dua dosis menjadi salah satu upaya mencegah pasien untuk penderita gejala berat hingga risiko kematian akibat terinfeksi Covid-19.

“Dari data 1090 pasien yang meninggal hingga Minggu (13/2), 68 persen diantaranya belum divaksinasi lengkap, 76 persen usianya lebih dari 45 tahun, 49 persen masuk golongan lanjut usia, dan 48 persen memiliki komorbid,” kata Nadia.

Untuk menekan kasus kematian, Nadia mengimbau masyarakat, termasuk anak-anak dan kelompok lanjut usia, untuk segera melengkapi vaksinasi karena vaksinasi telah terbukti mampu melindungi dari risiko gejala berat hingga kematian akibat terpapar Covid-19.

“Tidak ada lagi alasan kita untuk tidak mau divaksinasi melihat data-data yang ada,” ujarnya.

 

Sumber : Bisnis
Bayu

Bejo Awards 2022, Pandemi Tak Halangi Prestasi

Previous article

Tahun  2021 Indonesia Menghabiskan  Rp 656 Triliun  untuk Pemulihan Ekonomi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News