CulinaryLifestyle

Wasabi, Tak Sekedar Pelengkap Hidangan Khas Jepang

0
Wasabi, Tak Sekedar Pelengkap Hidangan Khas Jepang
Wasabi disajikan sebagai pelengkap sushi

STARJOGJA.COM, Star Lovers penikmat sushi dan sashimi tentu tidak asing lagi dengan wasabi. Wasabi merupakan condiment yang melengkapi berbagai hidangan khas negeri Sakura.

Wasabi asli berasal dari rimpang tanaman Wasabia japonica, masuk dalam famili Cruciferae dan kerabat tanaman kubis, kembang kol, brokoli, lobak, dan sawi.

Wasabi disebut juga sebagai lobak Jepang dan dibudidayakan secara luas di Jepang dan biasanya diproses dengan cara diparut lembut hingga teksturnya menyerupai pasta kental.

Produknya tidak hanya tersedia dalam bentuk pasta, tapi juga dijual dalam bentuk bubuk, kemasan kaleng atau tube. Dalam pengembangannya, kini bunga wasabi digunakan sebagai bahan baku tempura. Wasabi tak hanya digunakan sebagai condiment, tetapi juga dijadikan perisa dalam berbagai snack hingga es krim.

Fakta Terkait Wasabi Asli

Wasabi asli dikenal dengan nama Sawa Wasabi dengan lebih terasa seperi herbal dibandingkan seperti lobak. Wasabi asli tidak memiliki aftertaste terbakar yang lama dan memiliki bau menyengat yang bertahan hingga 15 menit.

Wasabi memiliki siklus pertumbuhan 18 bulan hingga 3 tahun dan terbilang sulit untuk dibudidayakan. Masyarakat Jepang diperkirakan telah mengonsumsi wasabi sejak periode Jomon Jepang (14.000 – 400 SM).

Wasabi memiliki rasa pedas sangat kuat dan menghadirkan sensasi terbakar. Konstituen pedas wasabi berasal dari allyl isothiocyanate (AITC), dikenal sebagai minyak mustard. AITC terbentuk segera setelah akar diparut, ketika glukosinolat dalam wasabi bereaksi dengan enzim myrosinase.

Sensasi pedas wasabi berbeda dari cabai pada umumnya. Bukan tidak hanya merangsang indra pada lidah, namun juga memberikan sensasi sengatan sampai ke hidung.

Pengolahan Wasabi

Dikarenakan wasabi asli terbilang langka dan proses pengawetannya cukup sulit, berbagai produsen banyak membuat imitasinya. Wasabi dalam tube umumnya terdiri dari wasabi asli dan campuran lobak.

Kandungan wasabi asli >50% dicantumkan sebagai Hon wasabi shiyo, sedangkan kandungan wasabi <50% dicantumkan dengan Hon wasabi iri. Imitasi wasabi biasanya dibuat dari akar lobak, mustard, dan tambahan pewarna makanan.

Berdasarkan USDA, satu cup (setara dengan 130 g) rimpang wasabi segar mengandung 142 kal energi, 30,6 g karbohidrat, 6,2 g protein, 0,8 g lemak, dan 10,1 g serat. Kandungan vitamin dan mineral diantaranya 54,5 mg vit.C, 0,5 mg mangan, 89,7 mg magnesium, 738 mg potasium, 166 mg kalsium, 104 mg fosfor, dan 23,4 mg folat.

Juga mengandung 2,1 mg zink, 0,4 mg vit.B6, 0,2 mg tiamin, 0,2 mg zat tembaga, 0,1 mg riboflavin, 1 mg niacin, dan sejumlah kecil vit.A dan asam pantotenat.

Baca juga : Star Insight November 2023  

Memiliki Kemampuan Antibakteri

Selain penggunaan dalam bidang kuliner, para ilmuwan telah mulai menyelidiki penggunaan wasabi sebagai obat, terutama untuk melawan foodborne bacteria. Penelitian oleh Laboratorium Teknologi Sel Tumbuhan Universitas Chiba mencatat bahwa penggunaan wasabi pada budidaya kentang membuatnya lebih tahan terhadap penyakit.

Penelitian dipublikasikan pada Journal of Applied Microbiology menunjukkan kombinasi kultur wasabi terpilih ke dalam pot tanah secara signifikan mengurangi infeksi bakteri pada tomat.

Wasabi adalah agen antimikroba alami untuk ikan mentah dikarenakan uap isotiosianat yang dihasilkannya. Uap ini membantu mencegah perkembangan ragi, jamur, dan bakteri.

Selain itu, bagian akarnya juga memiliki karakteristik yang dapat menekan bakteri di usus, seperti radang lambung. Lebih lanjut, wasabi dapat mencegah keracunan makanan, menjadi salah satu alasan wasabi disajikan dengan ikan mentah.

Sumber : Antara

Baca juga : The Gorgeous 14th StarFM 101.3FM 

Aveon Enjoy Life Memasuki Dunia Seni Rupa yang Menyentuh Jiwa

Previous article

PLN Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta Kembali Sabet Penghargaan ICA dan ISDA Award tahun 2023

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Culinary