Flash InfoHealthNews

Kanker Serviks Urutan Kedua Paling Banyak Serangan Wanita

0
kanker serviks wanita

STARJOGJA.COM, HEALTH – Kanker serviks jadi jenis kanker urutan kedua yang paling banyak menyerang wanita. Kanker serviks ini secara spesifik menyerang sel-sel rahim yang berada di leher rahim.

Sayangnya, karena letaknya berada di area intim, banyak dari perempuan yang enggan untuk memeriksakan gejala dari kanker ini.

Prof. Dr. dr. Irianiwati Widodo, Sp.PA(K), Dosen Departemen Patologi Anatomi FK-KMK UGM, RSUP Dr. Sardjito mengatakan, secara umum gejala dari kanker serviks sendiri cukup mudah untuk diketahui seperti keputihan dan munculnya bercak darah saat melakukan hubungan seksual.

“Paling umum gejalanya seperti keputihan atau pada saat berhubungan itu ada bercak pendarahan. Itu yang biasa dijadikan sebagai tanda awal sebelum tumor itu menjadi besar sehingga menimbulkan pendarahan yang cukup banyak ataupun luka koreng, dsb”, ungkapnya kepada Star FM.

Selain itu, kanker serviks ini juga dapat dideteksi dengan gejala seperti sulitnya buang air kecil dan nyeri di perut bawah. Namun, biasanya gejala tersebut menandakan bahwa kankernya sudah berada di stadium lanjut.

Secara umum, kanker serviks disebabkan oleh multifaktor, khususnya juga karena infeksi virus yang spesifik disebut human papillomavirus (HPV). Jadi, HPV ini merupakan virus yang dapat masuk ke dalam lapisan kulitnya serviks.

Menurut dr. Moh. Nailul Fahmi, Sp.OG(K)., Subsp. Onk, Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM, HPV dapat disebabkan oleh faktor seksual maupun non-seksual.

“HPV Umumnya bisa muncul dari konteks seksual maupun non-seksual, untuk non-seksual itu biasanya terjadi pada orang-orang seperti kita (staf medis) yang berhubungan dengan pap smear atau pasien”, jelasnya kepada Star FM.

Uniknya, kanker serviks menjadi satu-satunya jenis kanker yang dapat dideteksi sedini mungkin. Hal tersebut disebabkan karena HPV yang masuk ke tubuh akan membutuhkan waktunya yang lama untuk menjadi kanker yakni, sekitar lima sampai sepuluh tahun.

Oleh sebab itu, dr. Irianiwati mengatakan bentuk pencegahan yang paling mudah adalah dengan menjaga pola hidup yang baik dan sehat. Terlebih, turut disarankan untuk menjaga hubungan seksual yang sehat dengan berbagai macam cara.

“Karena virus itu terkait dengan daya tahan tubuh kita, jadi saya kira perlu menjaga pola kehidupan yang baik. Namun, terkait dengan infeksi virus HPV-nya, karena berkaitan dengan hubungan menular seksual, maka hal-hal yang terkait dengan seksualnya tersebut yang harus dijaga seperti menggunakan alat kontrasepsi yang baik untuk orang-orang dengan risiko tinggi”.

Salah satu bentuk pencegahan utama kanker ini dapat dilakukan dengan vaksin primary prevention atau metode pap smear yakni, pengambilan cairan dari vagina yang akan di cek di dalam laboratorium. Namun, pap smear hanya dapat dilakukan dengan syarat pasien sedang tidak menstruasi dan tidak melakukan hubungan seksual dalam kurun waktu 2×24 jam.

Tingkatkan Mood Dengan Konsumsi Makanan Sehat Ini  

Previous article

Tottenham Lawan Manchester City Laga Penting di Akhir Musim

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info