Bahaya vapor rokok elektrik yang digandrungi anak muda

 

Starjogja.com, Yogyakarta – Pada awalnya rokok elektrik dibuat untuk membantu seseorang melepaskan diri dari ketergantungan pada rokok konvensional. Penggunaannya harus di bawah supervisi dokter. Hal itu diungkapkan Dalam bincang spesial di Radio Star Jogja FM, Selasa (16/5), dr. Riyantono Fransiskus Mario M.Ph selaku pelayan medik Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta mengatakan, kadar atau dosis yang dipakai dalam rokok elektrik, atau yang populer disebut vapor, semakin hari semakin dikurangi dengan harapan terlepas dari ketergantungan pada rokok konvensional. Namun setelah dipelajari cukup lama, rokok elektrik ternyata memiliki dampak untuk kesehatan, karena bahan kimia yang digunakan pada saat terkena pemanasan, berubah dan berpotensi menjadi sel kanker.

Menurutnya, dari proses pemanasan bahan bahan tersebut berpotensi menjadi racun yang mengakibatkan iritasi pada saluran pernafasan, paru paru, jantung pembuluh darah saat ini WHO menyatakan bahwa rokok elektrik tidak aman bagi kesehatan manusia. Rokok elektrik sebenarnya merubah suatu cairan kimia menggunakan alat pemanas sehingga tercipta uap yang bisa dihisap. Riyantono menjelaskan cairan kimia yang digunakan umumnya propilen glikol yang biasa dipakai sebagai bahan smoke gun atau pembuat asap konser panggung. Selain itu terdapat gliserin atau pemanis yang biasa digunakan, sebagai bahan pengawet dan dipakai sebagai pengawet makanan dan juga perasa yang bervariasi. Apabila rokok elektrik digunakan oleh ibu hamil, maka akan berpotensi mengganggu kehamilan, saraf, dan perkembangan otak janin. Sedangkan jika digunakan oleh wanita usia produktif maka akan berpotensi berdampak pada sistem reproduksi.

Menurut Riyanto kandungan rokok elektrik disebutkan mengandung atau tanpa nikotin, akan tetapi perlu dicermati dengan baik. karena nikotin bisa mengakibatkan ketergantungan dan berdampak pada peredaran darah. Selain itu perlu dicermati juga cairan yang digunakan dalam vapor sendiri terdiri berbagai senyawa kimia, untuk itu perlu adanya pengetahuan khusus untuk meraciknya dan tidak serampangan.

Saat ini menurutnya Badan kesehatan dunia (WHO) memperingatkan seluruh negara didunia terkait penjualan rokok elektrik bahkan melarang untuk anak anak dibawah umur dan ibu ibu hamil dan menegaskan vapor tidak aman. Sedangkan untuk para pengguna yang membutuhkan pelayanan penyakit paru di Panti Rapih dari jam 09.00 – 12.00 / sore hari 13.00 – 15.00, dan akan didampingi para dokter profesional untuk terlepas dari ketergantungan rokok elektrik maupun rokok konvensional. (Abr)

 

1 Komentar pada “Bahaya vapor rokok elektrik yang digandrungi anak muda”

  1. BursaMetro
    22 September 2017 pukul 5:23 pm

    vapor kalau bahaya tapi banyak orang yang bilang lebih bagus bagus vape dari pada rokok asli

Silahkan bergabung untuk diskusi