Wow ! Sepekan, Gaji Sopir Taksi Online di Jogja Bisa Rp2,5 juta

0
995

Star Jogja – Yogyakarta. Pendapatan sopir taksi online di Kota Jogja tergolong fantastis bisa mencapai Rp10 juta per bulannya. Tak heran, banyak pemilik mobil plat hitam berbondong-bondong mendaftarkan diri sebagai sopir taksi online. Ada pula yang nekat membeli mobil secara kredit hanya untuk menjadi sopir taksi online.

Salahsatu sopir taksi online Daniel mengaku, dalam sepekan setidaknya ia mendapatkan bonus dari pihak perusahaan penyedia aplikasi transportasi online antara Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta. Kisaran bonus itu ia dapatkan dengan rata-rata sehari mendapatkan order penumpang antara delapan hingga 15 kali. Hitungannya setiap 12 kali menarik penumpang ia mendapatkan bonus Rp350.000. Dengan demikian, jika dimaksimalkan sepekan Rp2,5 juta maka dalam sebulan Rp10 juta sudah di tangan.

“Sepekan dapat bonus antara Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta pasti [dapat] itu,” ungkap warga Panggungharjo, Sewon, Bantul, Senin (20/3/2017).

Pendapatan itu tergolong tinggi untuk ukuran pekerja di DIY. Daniel mengaku, pekerjaan sebagai sopir taksi online menjadi pekerjaan utama. Sebelumnya ia baru saja lulus perguruan tinggi. Mendaftar lowongan di beberapa perusahaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Hingga pada Januari 2017 lalu, berbekal kendaraan yang dimilikinya ia mendaftarkan diri sebagai sopir salahsatu layanan taksi online.

“Saya [pekerjaan] utama, baru lulus kuliah belum dapat kerja ya jalani ini dan hasilnya sangat bagus daripada kerja [jadi karyawan]. Kerja di Jogja gajine paling tinggi Rp2 juta sampai Rp3 juta,” ucapnya.

Karena itu, bagi dia keberadaan perusahaan penyedia aplikasi transportasi online dapat mengurangi pengangguran. Oleh karena itu, ia berharap kepada Pemda DIY penyusunan Pergub terkait transportasi online sebaiknya melibatkan sopir taksi online. Ia juga berharap transportasi online tetap bisa berkembang di Kota Jogja. “Seperti di Permenhub [32/2016 yang akan direvisi], kami juga kurang setuju ada STNK yang harus berbadan hukum, kami merasa dirugikan,” kata dia.

Karena tergiur besarnya gaji tersebut tak heran banyak pemilik mobil yang berbondong-bondong mendaftar sebagai sopir taksi online. Salahsatu perusahaan penyedia aplikasi transportasi online yang beroperasi di Kota Jogja adalah Grab. Senin (20/3) kemarin, Harian Jogja memantau pendaftar warga yang berminat menjadi sopir taksi online di aplikasi Grab. Perusahaan ini membuka kantor di sebuah hotel di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Jogja. Belasan orang yang tidak hanya pria namun juga wanita mengantri menunggu giliran untuk diverifikasi sebagai calon sopir taksi online yang akan mengikuti training lapangan sebagai sopir taksi. City Manager Grab area Jogja Hervy Deviyanto saat ditemui di lantai dua hotel tersebut belum bersedia memberikan keterangan. Dengan alasan untuk sementara, saat ini layanan komunikasi masih berada di satu pintu di Grab pusat. “Nanti kalau sudah waktunya pasti kami berikan keterangan,” ujarnya.

Salahsatu pendaftar sopir taksi online yang enggan disebut namanya berharap pemerintah tidak asal melarang taksi online namun memberikan solusi terbaik. Ia sepakat jika keberadaan taksi online dapat mengurangi pengangguran. Ia mengaku mendaftar sebagai sopir taksi online sebagai pekerjaan sampingan. Menurutnya tidak rumit untuk mendaftar, mulai dari kepemilikan mobil keluaran di atas 2011 serta menyerahkan berbagai identitas, kartu keluarga, SIM dan lainnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DIY Agus Harry Triono menyatakan, mobil yang digunakan taksi online harus sudah bergabung dalam perusahaan berbadan hukum. Jika belum memiliki badan hukum transportasi disarankan untuk bekerjasama dengan perusahaan transportasi angkutan umum yang sudah berbadan hukum. Selain itu, STNK mobil yang digunakan juga tidak boleh atasnama pribadi, harus sesuai nama badan hukum yang menaunginya.Sunartono/JIBI/Harian Jogja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here