News

Kapal Imigran Rohingya Mendarat di Indonesia

0
nelayan hilang
ilustrasi foto perahu (foto : Bisnis)

STARJOGJA.COM, Yogyakarta – Otoritas Indonesia mengatakan sebuah perahu yang membawa 20 orang yang diyakini kapal imigran Rohingya mendarat di pantai timur laut pulau Sumatra Indonesia pada Selasa (4 Desember 2018). Ini kasus terbaru dalam serangkaian keberangkatan kapal imigran Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh yang   berusaha melarikan diri ke Malaysia.

Badan mitigasi bencana di Aceh Timur mengatakan orang-orang yang mereka gambarkan sebagai pengungsi Rohingya mendarat di kota Kuala Idi dan diberi makanan dan juga minum. Otoritas imigrasi mengatakan kepada Reuters, mereka sedang dalam perjalanan ke wilayah tersebut untuk mempertanyakan kelompok di dalam kapal imigran Rohingya itu.

“Perahu mereka masih bekerja dan mereka punya bahan bakar, jadi kami tidak tahu mengapa mereka memasuki daerah kami, para pria kebanyakan berusia 20-an,” kata Kepala komunitas nelayan Razali, di Kuala Idi, di pantai timur Aceh Kamis (5/12/2018).

Baca Juga :  Gelar Ratu Kecantikan Myanmar Dicopot Usai Mengkritik Rohingya

Belum jelas apakah kapal itu berasal dari Myanmar atau Bangladesh. Ribuan Rohingya mendarat di Indonesia dan Malaysia pada tahun 2015 setelah mereka terdampar di Laut Andaman setelah penindasan terhadap penyelundupan manusia.

Sementara itu Kantor Imigrasi Kelas II Langsa, Provinsi Aceh mengaku telah mendata 20 orang imigran gelap etnis Rohingya, Myanmar yang masuk ke Kuala Idi, Aceh Timur pada Selasa (4/12) pagi. Kapal imigran Rohingya yang membawa 20 orang itu sudah diserahkan ke pemerintah setempat.

“Ke-20 imigran asal Rohingya, Nyanmar sudah kami data dan mereka sudah kami serahkan ke Pemerintah Kabupaten Aceh Timur sesuai aturan hukum yang berlaku,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelasi II Langsa, Mirza Akbar kepada Antara.

Penyerahan 20 etnis Rohingya ke Pemerintah Aceh Timur sesuai Perpres Nomor 25 Tahun 2016 Tentang Pengungsi. Ke-20 etnis Rohingnya itu menggunakan perahu kayu 10 gross ton (GT) ke bawah dan masuk ke Kuala Idi, Gampong (desa) Blang Geulumpang, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur sekira pukul 08:00 WIB.

“Mereka tidak memiliki dokumen apapun dan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan para pihak terkait keberadaan mereka,” kata Mirza.

Adapun nama-nama 20 etnis Rohingnya tersebut meliputi, Abdul Karim (12), Abdul Rohim (14), Abdul Risyik (19), Abdul Maur (16), Muhammad Taka (18), Muhammad Amin (14), Muhammad Hayas, Muhammad Salim (27), Muhammad Salim (17), Muhammad Nur Syumi (18), dan Muhammad Idris (18). Hafiz Muhammad Ismail (20), Nur Islam (19), Suimamba 50), Amir Ali (28), Solomullah (24), Harisyik (16), Rusyi Tamot (28) Syakkara Homma (23), dan Muhammad Zubir (14).

Panglima Laot (Lembaga Adat Laut) Wilayah Idi, Aceh Timur, Razali Muhammad Ali menyatakan mereka bukan terdampar, tapi segaja merapat atau singgah sementara waktu di Kuala Idi karena pagi tadi sekitar pukul 04:00 Wib cuaca buruk di laut.

“Perahu kayu etnis Rohingya merapat di Kuala Idi pagi tadi sekitar pukul 08:00 WIB, dan pengakuan mereka tujuannya ke Malaysia karena cuaca buruk makanya mereka masuk ke Kuala Idi,” jelas Razali.

Ini 16 Kecamatan Berisiko Longsor di DIY

Previous article

Mengadu karena Pelecehan Seksual Wanita India Dibakar

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News