Indonesia Merespon Penembakan di Masjid Selandia Baru

0
25
Indonesia
Polisi Sleandia Baru memburu pelaku penembakan di dua masjid (foto : Reuters)

STARJOGJA.COM, Dunia – Para pemimpin politik negara Islam di seluruh Asia termasuk Indonesia mengecam keras pada penembakan mematikan di dua masjid di Selandia Baru pada hari Jumat. Saat kejadian warga negara mereka telah terjebak dalam pertumpahan darah.

Waktu penembakan di kota Christchurch, saat sholat Jum’at pelaku memposting di media sosial secara live. Cuplikan video dari sudut pandang pria bersenjata menambah kesengsaraan banyak orang.

“Indonesia mengutuk keras aksi penembakan ini, terutama di tempat ibadah sementara sholat Jumat sedang berlangsung,” kata Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dalam sebuah pernyataan kepada Reuters Jumat (15/3/2019).

Baca Juga : Polisi: Ada Korban Tewas Penembakan di Selandia Baru

Sebelumnya dikutip oleh media mengatakan ada enam orang Indonesia telah berada di dalam masjid ketika serangan itu terjadi. Tiga berhasil melarikan diri dan tiga lainnya tidak diketahui hingga saat ini.

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, mengatakan kepada Reuters sedang menyelidiki apakah orang Indonesia terperangkap dalam serangan itu. Ada 331 orang Indonesia di Christchurch, termasuk 134 siswa.

Pemimpin partai terbesar di Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan seorang warga Malaysia terluka dalam serangan yang ia gambarkan sebagai “tragedi hitam yang dihadapi umat manusia dan perdamaian universal”.

“Saya sangat sedih dengan tindakan tidak beradab ini, yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan merenggut nyawa warga sipil,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Kami menyampaikan simpati dan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga para korban dan orang-orang Selandia Baru.”

Juru bicara Presiden Turki Tayyip Erdogan mengutuk apa yang disebutnya serangan “rasis dan fasis”. “Serangan ini menunjukkan titik dimana permusuhan terhadap Islam dan permusuhan terhadap umat Islam telah mencapai,” tulis Ibrahim Kalin di Twitter.

“Kami telah melihat berkali-kali wacana Islamofobik melawan Islam dan umat Islam berubah menjadi ideologi yang sesat dan mematikan. Dunia harus meningkatkan suaranya terhadap wacana seperti itu dan harus mengatakan berhenti pada terorisme fasis Islamofobia, ”katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here