Inovasi Pembayaran Retribusi Pedagang Pasar Secara Digital

0
pembayaran retribusi pedagang pasar

STARJOGJA.COM, Info – Pemerintah Kota Yogyakarta terus berinovasi dalam pengelolaan pasar tradisional terutama dalam pembayaran retribusi pelayanan pasar di Kota Yogyakarta. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan tahun ini pembayaran retribusi pedagang pasar secara digital bertambah.

“Sebelumnya di pasar Beringharjo. Tambah Pasar Demangan tahun ini,” katanya kepada Starjogja.com Kamis (10/24/2019).

Yunianto mengatakan pembayaran retribusi pedagang pasar secara digital akan menguntungkan pemerintah. Terutama dari sisi transparansi, kecepatan pelaporan.

Baca Juga : Pembayaran Retribusi Non Tunai Diterapkan di Pasar Demangan

“Efektif bayar restribusinya dan lebih simpel,” katanya.

Pemerintah Kota Yogyakarta menggandeng aplikasi non tunai Link Aja dalam pembayaran retribusi. Menurutnya pembayaran secara digital ini lebih memudahkan secara operasional dibandingkan secara konvesional.

“Penyempurnaan sistemnya penjajakan kerjasama dengan Link Aja,” katanya.

Ia berharap inovasi pembayaran retribusi pedagang pasar tradisional di Yogyakarta segera menggunakan aplikasi ini. Puluhan pasar dengan pedagang berjumlah ribuan ini dapat efisien dalam pembukuan sebagai bagian dari PAD Kota Yogyakarta.

” Ribuan kalo pasar Beringharjo sekitar 5 ribuan. Demangan itu 700an pedagang,” katanya.

Menurutnya pembayaran retribusi ke pedagang pasar tradisional di Yogyakarta termasuk pionir. Walaupun kini sudah ada beberapa daerah yang juga menggunakan sistem yang sama seperti Kota Yogyakarta.

“Saya barusan menerima tamu dari DPP Asosiasi Pasar Tradisional Indonesia, menyampaikan bahwa di daerah lain sudah ada yang merintis juga, misal Solo tapi kota Yogyakarta sudah lebih maju katanya,” kata Yunianto.

Proses pembayaran yang terhitung mengikuti zaman ini memang dilakukan pemerintah Kota Yogyakarta. Ini sejalan dengan sosialisasi ke pedagang cara membayar retribusi.

“Dari BI juga mendorong agar pasar tradisional bisa melaksanakan sistem ini
,” katanya.

Yunianto mengatakan program inovasi lainnya yang akan dilakukan Pemkot Yogyakarta adalah membangun pasar tradisional menjadi kawasan yang sarat dengan milenial. Hal ini untuk menarik minat kalangan tersebut untuk datang ke Pasar Tradisional.

“Beberapa pasar kita usahakan ada space untuk para kawula muda yang bisa digunakan sebagai coworking space. Tidak hanya Psar Prawirotaman di Pasty sudah kami rintis,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here