Flash InfoTechno

Code Atma, Game Horor Karya Pengembang Indonesia

0
game atma

STARJOGJA.COM, JOGJA – Code Atma, Game Horor karya Pengembang Indonesia. Studio game lokal asal Bandung, Agate menjalin kerja sama dengan Telkom, Melon, dan Oolean untuk meluncurkan game terbarunya yang berjudul Code Atma.

CEO Agate, Arief Widhiyasa pun berharap agar Code Atma dapat menambah pengetahuan pemain terhadap budaya Indonesia. Langkah itu salah satunya dilakukan dengan memperkenalkan, makhuk mistis dan legenda rakyat Indonesia.

“Kami berharap, gim ini (Code Atma) dapat mengenalkan budaya dan kisah Indonesia melalui makhluk mistis yang dimiliki oleh Indonesia. Kami juga berharap game ini bisa menjadi salah satu kebanggaan Indonesia,” ungkapnya saat dihubungi Bisnis, Selasa, (30/6/2020).

Dia menjabarkan bahwa game tersebut akan berfokus pada pasar dewasa. Pasalnya, Arief menilai bahwa gim terbarunya ini memiliki tema yang mengarah pada dark-RPG dan gameplay yang dibuat agar sesuai dengan jadwal main orang yang sibuk bekerja dan kuliah.

“Target kami untuk game ini justru menjadi game komplementer gim yang action-based. Jadi harapannya kalau orang main MOBA atau shooting, biasanya sangat fokus ya maen game itu saja, justru game kita, bisa jadi game yang terus di-install di HP karena tetap berprogress walaupun tidak dimainkan (idle),” jelasnya.

Code Atma merupakan game mobile RPG (role-playing game) yang memadukan elemen mistis khas Indonesia, dengan teknologi bernama Asterisk. Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, para pemain dapat memanggil Atma, sebutan khusus untuk karakter makhluk halus di dalam game.

Para Atma ini diciptakan berdasarkan kisah mitologi horor warisan Nusantara. Code Atma menyuguhkan karakter berupa hantu-hantu lokal mulai dari kuntilanak, jenglot, pocong, jelangkung, hingga genderuwo.

Meski mengusung nuansa horor, namun Agate mengemas sosok hantu menyeramkan menjadi karakter yang imut dan lucu. Berbekal Asterisk dan ditemani pasukan Atma, para pemain akan diajak berpetualang menjelajahi dunia mistis, dan bertarung melawan makhluk mistis lainnya.

Ini Protokol Kesehatan di Kegiatan Kebudayaan

Previous article

Wabah Covid-19, Mahasiswa Harus Melakukan ini Sebelum Datang ke Yogyakarta

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info