FeatureNews

Iseng Bisnis Pakaian Bekas, Raup Omzet Jutaan

0
bisnis pakaian bekas
bisnis pakaian bekas (Novi N)

STARJOGJA.COM, Info – Pandemi Covid-19 ini membuat orang kreatif ketika melihat barang bekas dan mengubahnya menjadi keuntungan yang menggiurkan. Lala (20 tahun) menggeluti bisnis pakaian bekas dan berhasil meraup jutaan perbulannya dari usaha yang baru dijalani setengah tahun ini.

“Awalnya kan pengen nambah uang jajan, juga kebetulan seneng fesyen sama hobi koleksi, itu sih yang memuat gue berani buka usaha,” ujarnya Kamis, (22/10/2020).

Walaupun pakaian bekas, kualitas yang dijual Lala tidak abal-abal. Barang yang didapat harus disortir secara selektif agar layak untuk dijual.

Baca juga : Toko Kita Beli Pakaian Bayar Seikhlasnya

“Orang cari pakaian bekas kan karena kualitasnya masih bagus dan juga harganya murah.”

Ia juga mengungkapkan cara menjual baju bekas ini agar laku terjual di pasaran.

“Jadi selain lulus sortir, baju ini kita cuci dulu terus kasih parfum biar kerasa baru pas sampai ditangan pembeli dan juga pengemasan yang apik biar jadi nilai plusnya.”

Untuk masalah harga, Lala memberi harga yang berbeda-beda. Pakaian bermerek seperti H&M, Uniqlo, Zara, Pull&Bear dengan kondisi di atas 70% akan dijual mulai harga RP 60 ribu.

Peminat baju bekas kian hari makin bertambah banyak. Tidak usah takut rugi menjalankan bisnis baju bekas bisnis ini sangat menguntungkan, apalagi buat mahasiswa tidak akan mengganggu waktu belajar karena kerjanya santai.

Tidak perlu takut dengan modal karena modal mengerti fashion dan tekad pasti ada jalannya.

Lala mendapat baju bekas hasil berburu di Pasar Senen, Jakarta, dan Pasar Gedebage, Bandung.

“Jadi tuh gua kan punya saudara yang tinggal di Jakarta sama Bandung, yaudah minta tolong mereka deh karena covid-19 jadi ga bisa liat langsung kesana,” tambahnya.

Bagi yang minat beli baju bekas lihat akun instagram @retrooads.thrift.

Penulis : Novi Nabelasari

Bayu

Pakar Epidemiologi Ingatkan Jokowi Soal Vaksin

Previous article

Ops Zebra Progo Turut Awasi Protokol Kesehatan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature