FeatureNews

Akurasi GeNose C19 UGM Terus Meningkat Deteksi Covid-19

0
varian baru covid
GeNose (Kemenristek)

STARJOGJA.COM, Info – GeNose C19 buatan UGM kin tengah terus berbenah dan memiliki akurasi yang meningkat. Prof Kuwat Triyana Ketua Tim Pengembangan Genose UGM menjelaskan kini tingkat akurasi alat deteksi Covid-19 ini mendekati sempurna.

“Akurasinya itu sekarang 97 %, waktu izin edar itu kan 93-95%, sekarang kita terus latihkan. Kalau sering dilatihkan maka sering mengenali bau,” katanya dalam talkshow spesial di Starjogja 101,3 FM Senin 15 Maret 2021.

Prof Kuwat mengatakan GeNose C19 terdiri dari dua alat utama yaitu hardware dan software ini telah lolos uji edar dan sudah digunakan di stasiun. Menurutnya penggunaan GeNose C19 ini akan efektif jika tidak konsumsi makanan satu jam sebelumnya.

Baca juga : UGM Terus Kembangkan GeNose

“Anjuran berpuasa satu jam belum merupakan uji penelitian khusus. Ini sedang lakukan kajian ada beberapa yang pantang sebelum tes genose merokok itu sangat signifikan, asap dan uap ikut keluar yang seharusnya senayawa itu tidak harus ikut dideteksi,” katanya.

Prof Kuwat mengatakan jika alat GeNose C19 ini sebenarnya tidak mendeteksi virus tapi mendeteksi aktivitas virus atau reaksi metabolisme antar virus dengan sel dinding saluran nafas.

“Misal kita luka itu kan ada bakteri, bakteri tertentu itu ada beda baunya jadi yang direaksi itu baunya, kalau virus itu tidak aktif lagi maka tidak menghasilkan senyawa itu,” katanya.

Ia mengakui jika tantangan GeNose C19 ini adalah kepercayaan publik untuk mendeteksi Covid-19. Namun saat ini kepercayaan itu sudah muncul bahkan banyak dari kedokteran ingin kerjasama di bidang lainnya terkait deteksi berdasar nafas.

“Diawal kita dianggap kaleng kalengan. Setelah ini bergulir sekarang justru sekarang banyak dokter ajak kerjamasa tidak hanya covid tapi pneumonia, TB, dll,” katanya.

Prof Kuwat mengatakan saat izin edar keluar pun pihaknya juga masih sering diserang. Namun ia membuktikan jika alat ini merupakan alat yang efektif untuk deteksi Covid-19 berdasar nafas.

“Izin edar keluar masih diserang. Cara meyakinkan ya kita menujukkan produk dan perform seperti ini,” katanya.

Ia mengatakan Genose itu awalnya ada tiga tahap, pertama profiling yaitu bener tidak alat ini bisa, belum sampai akurat. Saat itu pertama digunakan di RS Bhayangkara dan RS Lapangan, Bantul.

“Parameter tidak bisa berubah lalu kita membuat banyak dan uji diagnostik lalu kita izin izin terus. Jadi menjelang izin edar uji diagnostik post market, sekarang kita ada uji indpeneden di Universitas Andalas Padang,” katanya.

GeNose C19 yang sangat cepat dan murah ini menjadi perhatian nasional hingga dunia. Permintaan dari luar negeri juga termasuk tinggi seperti dari Brasil hingga Spanyol.

“Komjen Dubai beberapa pengusaha hotel dalam negeri maupun luar negeri sudah tanya ke kita dan sudah pesan juga,” katanya.

Setelah KAI Prof Kuwat mengatakan GeNose C19 akan digunakan di 4 bandara yaitu di Jogja, Surabya, Medan dan Bandung. Ke depan GeNose juga akan digunakan di bioskop dan tempat publik lainnya.

“Sudah diatas 3 ribuan sudah didistribusikan. Sedang menyelesaikan di 5 ribuan, Genose itu bukan milik UGM lagi tapi sudah dengan pemerintah. Target produksi sekarang sudah milik pemerintah,” katanya.

Bayu

Brasil Salip India Jumlah Kasus Corona Tertinggi di Dunia

Previous article

Pemerintah Siapkan Pusat Pasar Kerja Tahun 2022

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature