News

Kasus Covid-19 di DIY Belum Puncak, PTM Dikurangi

0
Kasus Covid-19 DIY
Ruang instalasi gawat darurat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro - Pool
STARJOGJA.COM, Info –   Kasus Covid-19 terus melonjak, bahwa DIY belum mencapai puncaknya dan diperkirakan bakal terus naik selama dua pekan ke depan. Sekolah pun banyak mengurangi pembelajaran tatap muka (PTM) sembari menuntaskan vaksinasi.

Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sunan Pandanaran Rohili menjelaskan sekitar 500 anak di sekolahnya mengikuti vaksinasi dosis kedua melalui kerja sama dengan Binda DIY dan Dinkes Sleman pada Senin (21/2/2022). Upaya penuntasan vaksinasi bagi siswanya terus dilakukan seiring peningkatan adanya varian Omicron.

Pada Desember hingga Januari lalu, sekolahnya sempat menggelar PTM dari Senin hingga Jumat atau nyaris 100%. Namun saat ini terpaksa mengurangi jadi 50%.

Baca juga : Jakarta Terindikasi Melampaui Puncak Covid-19 Varian Omicron  

“PTM sejak ada Omicron kami hanya masuk tiga hari itu pun diselang seling shiftnya, jamnya juga dikurangi. Selain itu kami berusaha menuntaskan vaksinasi, kebetulan ada beberapa siswa kami yang komorbid dan belum bisa mengikuti vaksinasi,” katanya Senin.

Panitia Vaksinasi Binda DIY Rudi menyatakan berdasarkan pantauannya setidaknya ada 10 sekolah yang terpaksa tutup dari PTM karena terpapar Covid-19. Usia 6-11 termasuk yang paling rawan sehingga lembaganya terus mendorong vaksinasi ke sejumlah sekolah. Pada hari ini digelar di sejumlah sekolah di DIY terutama yang belum menuntaskan vaksinasi dosis kedua.

“Harapan kami dengan semua telah divaksinasi anak bisa mengikuti PTM meski 50 persen dan dengan prokes ketat. Karena berdasarkan penelitian memang yang sudah divaksin kalau terpapar bisa meminimalisasi tingkat keparahan,” ujarnya.

Sumber : Harian Jogja
Bayu

 Jokowi Lantik Arief Sebagai Kepala Badan Pangan Nasional

Previous article

18 Guru SMA di Bantul Positif Covid-19, Kembali PJJ

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News