Feature

Cerita Nurul Atik Merakit Rocket Chicken 

0
rocket chicken
owner rocket chicken Nurul Atik
STARJOGJA.COM, Info  –  Lulusan SMA namun memiliki hampir 1300 outlet dan 13 ribu lebih karyawan tidak ada dalam bayangan Nurul Atik Owner Rocket Chicken. Ia memulai karir dari cleaning service hingga mencapai Area Manager di perusahaan fried chicken di Jogja saat itu.
“Karir dulu saya hanya pendidikan SMA kalau saya cleaning service maka karier ya mentok disitu. Kalau mau penghasilan lebih maka mau andelin karir maka ya harus usaha lebih kalau ga ya stuck  gitu terus,” katanya di 101.3 Star FM Kamis (27/7/2023).
Ia memulai usaha fried chicken karena pengalamannya di bidang inilah yang ingin ia tekuni. Hingga saat ini sudah 13 tahun 5 bulan tepat di tanggal 21 Februari 2010 dengan pembukaan pertama di Semarang.
“Saya kelahiran Jepara lama di Semarang tinggal di Jogja kenapa di Semarang karena di Jogja itu persaingan ketat dan sehat. Itu yang saya suka,” katanya.
Ia teringat awal mula mendirikan rocket chicken setelah keluar dari perusahaan sebelumnya yang telah memberinya gaji saat itu Rp 15 juta. Ia mengatakan kepada kakak mau keluar dari pekerjaan dan ingin mandiri namun tidak memiliki modal.
“Kakak bilang, memang modal harus uang. Kamu ga sadar ya sudah tua pikir sendiri kamu punya modal sangat besar. Saya pikir akhirnya saya pikir terus waktu itu, dulu waktu itu di cleaning service sampai area manager di CFC bahkan staff saya sarjana banyak lulusan dari UGM UII,” katanya.
Dengan memiliki ribuan jam pengalaman ia mendirikan rocket chicken dengan  franchise dari kakaknya. Nama brand rocket chicken itu muncul dari kamar mandi.
“Pas mandi saya  langsung keluar saya telpon teman di sidoarjo tanya apakah sudah mematenkan nama itu. Belum ada maka 21 buka 3 hari berikutnya saya patenkan biar ga diambil lagi kalau ada pakai nama rocket chicken saya somasi,” katanya.
Nurul mengaku rocket chicken adalah milik semua sehingga membuka kesempatan bergabung dalam usaha ini. Syaratnya dari cabang yang ada jarak 3 km.
“Luas bangunan minimal 100 meter persegi biaya sesuai keperluan rata rata 300 juta di luar tempat. Kok banyak banget ya memang banyak, kalau mau belanja sendiri gapapa di Balikpapan itu sampai Rp 1 M, karena dibikin interior  yang bagus.,” katanya.
Saat ini ia tengah mengembangkan usaha dengan brand resto memakai nama resto Saudah Lestari Rasa. Usaha ini baru satu bulan.
“Itu nama ibu saya maka saya meminta restu ke kakak anak ponakan saya dan keluarga menyetujui. Saudah itu harta yang melimpah. mengenang ibu, karena kadang gini orang meninggal anaknya inget cucu ingat setelah cucu itu banyak melupakan,” katanya.
Bayu

Stok Darah PMI DIY, Kamis 27 Juli 2023

Previous article

Penjualan Listrik PLN Semester I Capai 137,12 TWh, Sektor Bisnis Jadi Penopang, Tumbuh 13,07 Persen

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature