HealthLifestyle

Tinggi Purin, Dibatasi Sayuran Pemicu Asam Urat Ini

0
menyimpan sayuran

STARJOGJA.COM, Asam urat menjadi penyakit yang muncul ketika kadar asam urat dalam tubuh meningkat secara signifikan. Asam urat diproduksi ketika tubuh memecah senyawa yang disebut purin sehingga makanan tinggi purin perlu dibatasi bagi penderita asam urat.

Penelitian mengenai pola makan menunjukkan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan tubuh menghasilkan asam urat berlebihan adalah melalui pencernaan makanan yang mengandung prekursor asam urat dengan kadar yang berlebihan atau tinggi purin.

Lantas, apa saja sayuran tinggi purin yang harus dibatasi untuk menghindari asam urat?

Berikut ini beberapa sayuran yang sebaiknya dihindari bagi penderita asam urat.

Jamur

Meskipun dianggap sebagai pilihan makanan rendah kalori yang kaya nutrisi seperti riboflavin, niasin, dan copper, tapi perlu dihindari konsumsi jamur secara berlebihan karena tingginya kandungan purin, mencapai 58 mg per 100 gram.

Penderita asam urat disarankan untuk membatasi konsumsi jamur hingga tidak lebih dari 85 gram atau tidak lebih dari lima kali dalam seminggu, terutama jenis jamur kuping yang memiliki kandungan purin tinggi, yaitu 448 mg per 100 gram.

Bayam

Bayam, meskipun diakui sebagai sayuran sehat yang kaya akan zat besi, rendah kalori, dan tinggi serat, sebaiknya dihindari konsumsi berlebihan oleh penderita asam urat.

Tingginya kandungan purin dalam bayam yang mencapai 57 gram per 100 gram, dapat memicu peningkatan asam urat jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

Asparagus

Meskipun asparagus memiliki nilai gizi tinggi, termasuk vitamin B6, E, C, dan asam folat yang baik untuk kesehatan otak, perlu diperhatikan bahwa sayuran ini mengandung purin dalam jumlah sedang.

Asparagus mengandung sekitar 23 gram purin per 100 gram, sehingga sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat. Disarankan untuk mengonsumsi asparagus tidak lebih dari 30 gram sehari dan tidak lebih dari lima kali dalam seminggu.

Kacang Polong

 

Kacang polong, yang sering digunakan dalam tumisan, adalah jenis sayuran renyah yang sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Kacang polong mengandung skeitar 50 miligram purin per 100 gram.

 

Disarankan untuk tidak melebihi batasan konsumsi sebesar 85 gram dan tidak lebih dari lima kali dalam seminggu.

Melinjo

Melinjo, jika dikonsumsi secara berlebihan, dapat menjadi pemicu penyakit asam urat karena memiliki tingkat kandungan purinnya yang tinggi, mencapai 150 miligram per 100 gram.

Emping melinjo, hasil olahan dari biji melinjo, memiliki kandungan purin berkisar antara 150 hingga 222 miligram per 100 gram. Mengonsumsi makanan yang kaya purin dapat menyebabkan tubuh menghasilkan asam urat secara berlebihan.

Oleh karena itu, bagi penderita asam urat tinggi, sebaiknya menghindari konsumsi emping melinjo dan makanan lain yang tinggi purin untuk mencegah kambuhnya penyakit ini.

Baca juga : Star Insight Oktober 2023

Brokoli

Meskipun brokoli dianggap sebagai sayuran kaya nutrisi, khususnya vitamin C dan K, perlu diingat bahwa kandungan purin dalam brokoli cukup tinggi, mencapai 81 mg per 100 gram, sehingga sebaiknya dikonsumsi dengan batasan.

Vitamin C dalam brokoli dapat mendukung daya tahan tubuh, sementara vitamin K berperan dalam pembentukan kolagen serta penguatan tulang dan gigi.

Meski tidak disarankan bagi penderita asam urat, brokoli tetap dapat memberikan manfaat dengan memperhatikan porsi konsumsi yang tepat.

Kembang Kol

Kembang kol merupakan pilihan sayuran padat nutrisi, rendah garam, dan bebas lemak dengan kandungan folat dan vitamin C. Meski purinnya tidak sebanyak brokoli, penderita asam urat disarankan untuk membatasi konsumsi kembang kol.

Kembang kol memiliki kandungan purin sekitar 23 gram per 100 gram, sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam batas 85 gram dan tidak terlalu sering.

Baca juga : The Gorgeous 14th StarFM 101.3FM 

Tips Memulai Bisnis Cake dan Bakery

Previous article

Makna dan Asal-usul Simbol Pita Merah Pada Peringatan Hari AIDS Sedunia

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health