Flash Info

Cerita Buku Charlotte Bronte Pulang ke Museum Bronte

0
Buku Charlotte Bronte
An employee displays the second issue of Young Men's Magazine, a miniature manuscript dated 1830, written by Charlotte Bronte when she was 14 years old, before being put on auction at Drouot auction house in Paris, France, November 18, 2019. REUTERS/Christian Hartmann

STARJOGJA.COM, Info – Manuskrip atau buku kecil karangan Charlotte Bronte dibeli Museum Bronte Parsonage yang berbasis di Haworth, Inggris, dalam sebuah lelang di Paris pada Senin (18/11/2019) seharga 780.000 euro atau sekitar U$862.446.

Manuskrip atau buku kecil yang ditulis Charlotte Bronte pada 1830 atau saat dirinya berusia 14 tahun, akhirnya terbeli setelah Judi Dench, aktris film Inggris, dan presiden kehormatan Bronte Society, mengajak masyarakat untuk membantu menyumbangkan uang, alih-alih membawa “buku kecil” itu pulang ke Haworth.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (18/11/2019), mereka sukses mengumpulkan 84.892 poundsterling dari sumbangan masyarakat atau lebih bangak dari yang direncakan.

Baca Juga : Kemenag Tuntaskan Penulisan Ulang Buku Agama

Dana itu pun menambah dana yang sudah dikumpulkan dari sumber lain untuk membeli naskah, yang merupakan satu dari enam buku kecil yang ditulis oleh Bronte.

Diketahui manuskrip yang ukurannya tidak lebih besar dari kotak korek api ini, hanya pernah dilelang satu kali, yakni delapan tahun lalu.

“Sudah jarang terlihat sejak itu,” tulis Bronte Parsonage Museum di laman resminya.

Karya Bronte ini terdiri dari cerita-cerita dengan tokoh dari Glass Town, sebuah dunia imajiner yang ditemukan Bronte dan saudara perempuannya yakni Emily dan Anne.

Charlotte lahir di Thornton, Yorkshire pada 1816 adalah anak ketiga dari enam bersaudara dari pasangan Patrick Brontë dan Maria Brontë. Maria Brontë meninggal karena kanker pada 15 September 1821.

Pada bulan Agustus 1824, Charlotte dan ketiga saudaranya dikirim ke sekolah rohani khusus perempuan di Cowan Bridge, Lanchasire (yang ia sebut sebagai sekolah Lowood di Jane Eyre ). Kondisi yang miskin mempercepat kematian kedua kakaknya, Maria (lahir 1814) dan Elizabeth (lahir 1814) yang meninggal karena tuberkulosis pada Juni 1925, tak lama setelah Ayah mereka mengeluarkan mereka dari sekolah.

Di rumah di Haworth Parsonage, Charlotte dan anak-anak yang masih hidup lainnya — Branwell, Emily and Anne — mulai mencatat kehidupan dan perjuangan para penduduk kerajaan khayalan mereka.

Charlotte dan Branwell menulis cerita Byronic tentang negara mereka – Angria – dan Emily dan Anne menulis artikel dan puisi tentang mereka – Gondal. Kisah yang rumit dan berbelit (dan masih ada di bagian manuskrip) memberikan mereka ketertarikan obsesif dalam masa kecil dan masa remaja awal, yang mempersiapkan mereka untuk panggilan sastra mereka pada masa dewasa.

Charlotte melanjutkan pendidikannya di Roe Head, Mirfield dari tahun 1831 sampai 1832, dimana ia bertemu dengan teman seumur hidup dan korespondennya, Ellen Nussey dan Mary Taylor.

Dalam periode itu dia menulis novelnya The Green Dwarf (1833) di bawah nama pena Wellesley. Charlotte kembali sebagai guru dari tahun 1835-1838. Pada 1839, dia mengambil posisi sebagai pengasuh untuk beberapa keluarga di Yorkshire, karier yang ia kejar sampai 1841.

Mandi Dua Kali Sehari, Efektif Membunuh Kuman?

Previous article

Defisit BPJS Kesehatan Kesalahan Regulasi ?

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info