Kredit UMKM di Jogja masih rendah

0
kredit kur

Starjogja.com, Jogja – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) DIY mencatat, stabilitas sistem keuangan DIY relatif terjaga di tengah intermediasi perbankan yang masih belum sepenuhnya pulih. Penyaluran kredit secara masif perlu dilakukan agar semakin memperkuat kondisi keuangan di DIY.

Kepala KPw BI DIY, Budi Hanoto mengatakan, kendati melambat, penyaluran kredit perbankan masih tumbuh sebesar 11,8% (year on year/yoy) pada triwulan III 2017. Angka tersebut meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 11,2% (yoy).

 

Penyaluran kredit pada masyarakat perlu digenjot untuk meningkatkan fungsi intermediasi perbankan yang masih berada jauh di bawah Loan Deposit Ratio (LDR) perbankan nasional sebesar 89,07%.

Budi mengatakan, pertumbuhan kredit yang melambat membuat LDR perbankan di DIY masih belum ideal. “LDR 59 persen. Artinya masyarakat Jogja lebih suka menabung daripada mengambil kredit,” tuturnya, seperti dikutip dari Harianjogja.com.

Perbankan menurutnya dapat memanfaatkan momentum yang sedang berkembang di DIY saat ini, yaitu pertumbuhan jumlah usaha kelas kecil dan mikro (UKM) dari segala sektor.

Pelaku UKM yang sedang tumbuh tersebut membutuhkan modal untuk pengembangan usaha sehingga perbankan dapat berperan menyuntikkan dana kepada mereka. Selama ini, katanya, pengajuan kredit justru banyak datang dari kalangan rumah tangga dan korporasi, sementara dari kalangan UMKM masih rendah.

 

(Am)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here