Temuan Ombudsman, Sejumlah Pengembang Perumahan di Jogja Menipu Konsumen

7
rumah bersubsidi

STARJOGJA, JOGJA–Lembaga Ombudsman (LO) DIY menemukan lima perumahan di Bantul yang diduga menipu konsumen dengan kedok Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau perumahan bersubsidi. Berbagai pelanggaran sudah dilakukan sejak 2015, tapi hingga kini belum ada tindakan apapun dari pemerintah. Pengembang sendiri telah menolak tuduhan yang dialamatkan kepada pihaknya.

PT Cana Kusuma Bangsa Indonesia (CKBI) adalah pengembang lima perumahan tersebut. Lokasinya berada di Kaligawe-Tegaldowo (Pondok Citra Lestari), Bantul; Sitimulyo, Piyungan; Kepuhan, Sedayu, Desa Wisata Gampong, Moyudan; serta Pajangan, Bantul. Dari kelima perumahan, hanya yang berlokasi di Kaligawe-Tegaldowo saja yang sudah mengurus perizinan.

Padahal, rumah sudah mulai diperjualkan belikan sejak 2015. Pelanggaran yang dilakukan bukan masalah izin semata. LO DIY menemukan adanya indikasi penipuan. PT CKBI mengklaim sebagai pengembang rumah FLPP, tapi dari hasil penelusuran, klaim tersebut tidak benar adanya.

Selain itu ada juga perumahan lainnya yang diduga melakukan penipuan yaitu yang terletak di Jalan Imogiri Timur dan di Argosari, Sedayu. Mereka tidak mendompleng FLPP, tapi kesemuanya diketahui belum mengurus perizinan sama sekali, tapi sudah mulai melaksanakan aktivitas penjualan.

Kepala Bidang Pelayanan dan Investigasi LO DIY Hanum Aryani mengatakan, lembaga tempatnya bekerja telah menerima aduan terkait dengan perumahan bermasalah sejak 2016. Sejak saat itu pula, LO DIY telah berusaha menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selaku pihak yang menyelenggarakan FLPP serta Pemerintah Kabupaten Bantul untuk menindak tegas para pengembang.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam menyikapi permasalahan ini, yang harus turun tangan adalah Bupati Bantul sendiri, bukan lagi level kepala dinas.

Wakil Ketua Bidang Aparatur Pemerintah Daerah LO DIY Mohammad Saleh Tjan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli rumah. Ketika membeli rumah, ia menyarankan masyarakat untuk mengonfirmasi legalitas dan izin proyek ke pemerintah daerah, supaya tidak tertipu.

Ia juga berharap, kepolisian bisa segera menindaklanjuti temuan LO DIY karena ada indikasi tindak pidana. “Supaya bisa jadi pembelajaran, utamanya bagi sektor swasta, karena swasta kami agak kesulitan terkait dengan rekomendasi,” ucapnya.

Direktur Utama PT CKBI Cana Lestari mengakui empat perumahan yang akan dikembangkan memang belum berizin, tapi ia menyatakan konsumen yang berminat dengan rumah tersebut adalah anggota-anggotanya sendiri. Yang ia klaim dibina oleh PT CKBI untuk menjadi penjual sembako dan lain-lain.

Saat dikonfirmasi terkait pendomplengan perumahan bersubsidi FLPP, ia mengatakan tidak benar perumahan yang dikembangkan perusahaannya melakukan hal tersebut. Ia menyatakan PT CKBI memang menyediakan rumah murah. I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja |

7 KOMENTAR

  1. Mengenai perumahan subsidi pemerintah di sitimulyo piyungan…saya sudah booking fee 2 juta dan saya harus melunasi DP 11 juta…saya tanya ke pak lurah sitimulyo…sampai sekarang belum ada perizinan mengenai perumahan d bantul…pihak pengembang sudah minta DP 11 juta..klo tidak dilunasi dalam 1 bulan uang booking fee saya hilang…saya bingung harus gimana

  2. Saya ngajuin dari 2016 dikabari wawancaranya ke bank THN 2018. Keburu pindah kerja alhasil suruh ganti form dr awal lagi.?

  3. Saya jg booking fee 2jt 2016.. tanya kpn proses bangun ktnya th dpn di tanya 2017 blm ada perkembangan nya.. sy minta balik uang di kasi 1jt.. itu masi peraturan dlu.. ada perjanjiannya kl di btlkan kembali separuh.. masa mau bangun rumah tp perijinan blm ada? dan blm pembebasan lahan? Rumah subsidi apa itu namanya? Berarti tdk resmi

  4. Konsumen ckbi bukan kelompok binaan ckbi tidak jual sembako tapi di minta beli sembako lewat ckbi , dan sebagaian konsumen merasa terjebak dengan program program ckbi. Seperti Arisan, kuliah mentoring, titik piramida, asuransi Jiwa,cristoblast yang semua program menjanjikan hadiah yg spektakuler tp tidak pernah terealisasi, yg ada konsumen yv terjebak jd keluar duit terus

  5. Saya sdh dp lunas jg di perumahan subsidi di sitimulyo banyakan,sampai sekarang tidak ada kejelasan,bahkan kantornya selalu tutup,saya bingung harus mencari bantuan kemana,berulang kali sy datangi lokasi jg tdk ada perkembangan,mgkn ada konsumen lain disini yg sama,mohon bantuannya

  6. Saya audah melunasi 11jt untuk dp daerah piyungan tpi hingga saat ini masih belom ada kabar tolong bantuannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here