Nusantara

Retribusi Wisata Pulau Komodo Rp14 juta

0
Taman Nasional Komodo
Taman Nasional Komodo - www.australiangeographic.com.au

STARJOGJA.COM, Info – Media asing yang menyoroti biaya retribusi wisata Pulau Komodo yang mencapai Rp14 juta, ditanggapi Menteri Pariwisata Wisnhutama dengan masih mengkaji terlebih dahulu Ikhwal hal tersebut.

Dia menjelaskan hal itu diupayakan pemerintah daerah guna memperoleh wisatawan yang berkualitas.

“Retribusi Rp14 juta itu akan dikaji dulu oleh Kementerian Pariwisata, yang pentingkan devisanya yang masuk. Pada akhirnya, jika kualitas wisatawannya bagus, spending-nya bagus, growth ekonomi-nya bagus, melindungi alamnya juga bagus, sampah lebih sedikit. Yang penting spending-nya,” jelas Wisnhutama usai membuka acara Indonesia Tourism Outlook 2019 di BNDC, Nusa Dua Bali, Jumat (22/11/2019).

Baca Juga : Museum Komodo Akan Dibangun Tahun 2020

Dikatakannya, hal tersebut juga masih belum diputuskan, namun sementara dilakukan studi.

“Itu juga yang dimaksud Gubernur NTT untuk meningkatkan kualitas pengunjung yang datang ke sana. Dan itu juga kan belum diputuskan, masih dalam studi,” kata dia di hadapan wartawan.

Dia melanjutkan, media asing yang memberitakan retribusi wisata Pulau Komodo itu dianggap hal biasa dan merupakan pemberitaan media mereka saja. Di lapangan, kenyataannya tidak seperti itu.

“Itu bisa-bisanya media itu saja. Taktik dia saja untuk dibaca. Bali sangat layak dan mempunyai potensi yang banyak. Hanya saja kita menanggapinya dengan berbenah diri,” lanjut dia.

Dia menuturkan kuantitas harus berujung ke kualitas turis yang datang ke sehingga spendingnya di Indonesia jauh lebih besar.

“Jadi bukan numbernya, tapi kualitasnya. Contohnya, New Zealand yang 4 juta orang pertahun kunjungannya tapi spending per visit itu hampir US$ 5.000. Dengan cara itu mereka bisa melindungi alamnya,” tuturnya.

Sumber : Bisnis

Bayu

Staf Khusus Milenial Agar Terlihat Keren ?

Previous article

Ada Jasa Guru Dibalik Karier Musik Tulus

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Nusantara