Sikat Gigi 3 Kali Sehari Kurangi Risiko Penyakit Jantung

0
risiko penyakit jantung

STARJOGJA.COM, HEALTH – Sebuah studi baru mengklaim bahwa Sikat Gigi 3 Kali Sehari Bisa Kurangi Risiko Penyakit Jantung. Studi menyebut risiko menderita gagal jantung bisa berkurang lebih dari 10 persen.

Para peneliti dari Universitas Wanita Ewha di Seoul, Korea Selatan, melakukan penelitian untuk menentukan apakah peningkatan kebersihan mulut dapat dikaitkan dengan penurunan risiko terjadinya atrial fibrilasi, yakni kondisi kesehatan yang menyebabkan denyut jantung cepat yang tidak normal, dan gagal jantung.

BACA JUGA : 7 Tips Memilih Sikat Gigi Yang Nyaman Dan Sehat

Dilansir Independent, Selasa (3/12/2019), tim menilai lebih dari 160.000 orang berusia antara 40 dan 79 tahun. Para peserta survei tersebut tidak ada yang memiliki riwayat atrial fibrilasi atau gagal jantung. Data mereka dikumpulkan dari Sistem Asuransi Kesehatan Nasional Korea.

Setelah menjalani penilaian medis rutin antara 2003 dan 2004, yang mencatat tinggi, berat badan, penyakit masa lalu, gaya hidup dan kebersihan mulut, para peserta ditindaklanjuti untuk jangka waktu rata-rata 10 setengah tahun.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal European Journal of Preventive Cardiology ini menemukan bahwa 3 persen individu mengalami fibrilasi atrium selama penelitian, sementara sekitar 5 persen mengalami gagal jantung.

Mereka menyimpulkan bahwa menyikat gigi tiga kali atau lebih sehari dikaitkan dengan risiko 10 persen lebih rendah terkena atrial fibrilasi dan 12 persen mengurangi risiko menderita gagal jantung. Sikat Gigi 3 Kali Sehari Bisa Kurangi Risiko Penyakit Jantung.

Namun, para peneliti mengakui bahwa penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk faktor-faktor seperti kumpulan data yang hanya terdiri dari peserta dari warisan Asia, bahwa sinar-X gigi tidak digunakan untuk menentukan adanya penyakit gusi yang ada dan jumlah kali para peserta melakukan kunjungan gigi tidak dapat diperiksa.

Lebih lanjut, sebuah tajuk rencana yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah untuk mengiringi rilis penelitian tersebut menyatakan bahwa hubungan sebab-akibat dari asosiasi ini tidak jelas.

SUMBER : BISNIS.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here