Health

Virus Corona Berdampak di Pariwisata Klaten

0
Rakyat China demo

STARJOGJA.COM, Info – Dampak penyebaran virus corona  di Indonesia cukup terasa dampaknya di bidang pariwisata Klaten. Terlihat dalam jumlah wisatawan asing di Candi Prambanan, Klaten, selama Januari dan Februari 2020 mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Anjloknya jumlah wisatawan asing yang datang ke Candi Prambanan itu sebagai dampak penyebaran virus corona di Indonesia dan berbagai negara di dunia.

Sekretaris PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero), Emilia Eny Utari, saat ditemui wartawan di kompleks Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Sabtu (7/3/2020), mengatakan sudah melakukan berbagai langkah pencegahan dan perlindungan terhadap wisatawan asing.

Baca Juga : Puskesmas Bisa Menangani Virus Corona

Hal itu termasuk pengecekan suhu tubuh menggunakan thermal scanner dan menyediakan hand sanitizer di berbagai lokasi di kawasan candi.

“Jelas, corona ini memberikan dampak [kunjungan ke Candi Prambanan]. Angka detailnya, saya harus buka data terlebih dahulu karena tidak hafal. Yang jelas, di bulan Januari dan Februari ini penurunannya 30 persen-40 persen dibandingkan di periode yang sama tahun 2019,” katanya.

Emilia mengatakan situasi di Candi Prambanan dalam beberapa waktu terakhir kondusif. Pengelola candi belum menemukan wisatawan asing yang mengalami gejala mengarah ke corona.

“Jika ada yang teridentifikasi virus corona, kami akan rujuk ke rumah sakit terdekat. Selama ini masih aman. Tidak ada yang terindetifikasi. Kami juga memasang banner [sosialisasi]. Kami menyediakan tenaga medis di kawasan candi. Kami bertanggung jawab terhadap wisatawan yang masuk ke candi,” katanya.

Selain upaya pencegahan di dalam kawasan candi, lanjut Emilia, pengelola candi juga menggelar sosialisasi pencegahan corona terhadap masyarakat di sekitar candi.

Melalui kegiatan itu, pengelola candi ingin menyerukan ke masyarakat di dekat candi agar tak panik memikirkan dampakp penyebaran virus corona di Indonesia.

“Semoga kondisi ke depan semakin membaik dan segera memulihkan kembali dunia pariwisata nasional dan internasional. Mari waspada dengan pola hidup sehat,” katanya.

Pantauan Solopos.com di kompleks Candi Prambanan, sejumlah petugas medis disiagakan di pintu masuk candi khusus wisatawan asing. Para tenaga medis ini langsung mengecek suhu tubuh setiap wisatawan asing yang masuk ke candi.

Di pintu masuk itu juga disediakan hand sanitizer. Santernya informasi corona itu memang berdampak ke jumlah kunjungan dari wisatawan asing. Biasanya di bulan seperti ini, wisawatan dari Tiongkok, Jepang, dan Korea itu mendominasi.

Padahal wisatawan asing yang datang ke Prambanan biasanya didominasi dari Tiongkok. Namun saat ini jumlah wisawatan dari Tiongkok berkurang drastis.

“Setahu saya yang banyak berkunjung saat ini wisawatan dari Belanda dan India,” kata salah satu petugas candi yang enggan disebutkan namanya kepada Solopos.com.

Salah satu wisatawan asing dari Jepang, Misikawa Tokisokama, 76, mengaku tak keberatan tubuhnya dicek oleh petugas di pintu masuk candi. Virus corona memang harus dicegah lantaran dinilai sangat berbahaya.

“Tidak apa-apa kalau harus dicek suhu tubuhnya. Saya pikir, Indonesia masih aman,” katanya.

Sumber Solopos

Puskesmas Bisa Menangani Virus Corona

Previous article

Penumpang Jip Merapi Terhempas Karena Sopir

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health