Health

Cerita Observasi Virus Corona di Pulau Sebaru Kecil

0
Gejala Covid-19 baru
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). Menurut data Kementerian Kesehatan bahwa 238 orang WNI yang menjalani proses observasi sebagai antisipasi tertular virus Corona bahwa kesehatannya dalam keadaan baik dan sehat, tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk dan pilek. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

STARJOGJA.COM, Info – Arif Dian Saputra, salah seorang dari 188 anak buah kapal (ABK) World Dream yang mengikuti proses observasi virus corona di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, sejak 28 Februari 2020 lalu.

Akhirnya datang juga saat yang dinanti para peserta observasi, setelah melalui 14 hari masa observasi virus corona. Apalagi dalam dua pekan terkahir, mereka di sebuah pulau yang jauh dari pemukiman penduduk.

“Kami harus menerima apa yang menjadi keputusan pemerintah Republik Indonesia,” kata Arif melalui sambungan teleponnya kepada Antara, Jumat (13/3/2020).

Baca Juga : 238 Orang yang Diobservasi di Natuna Pulang 15 Februari

Dalam potongan keterangan foto yang diunggah Arif di akun sosial medianya, tertulis “Liburan di Pulau Sebaru Kecil”. Arif dan kolega, tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya, setelah pemerintah menetapkan jadwal kepulangan mereka kembali kepada keluarga masing-masing.

Arif mengaku lega, karena Sabtu, 14 Maret 2020, bisa pulang. “Kami sudah merapikan koper pakaian untuk pulang besok,” ungkap Arif.

Persiapan pun dilakukan, Arif dan ratusan peserta lainnya bahkan telah membersihkan gedung yang mereka tempati selama dua pekan lalu. Bahkan, ucapan terimakasih selalu disampaikan untuk para prajurit TNI, yang selalu sabar mendampingi mereka dalam proses observasi.

“Awalnya kami sempat tertekan, setelah tiga hari berlalu, akhirnya semua menjadi lebih baik,” tutur Arif.

Sementara itu, Komandan Batalyon Kesehatan I Marinir Letkol M. Arifin mengatakan pihaknya tidak memberikan tugas yang berlebihan kepada para peserta observasi.

“Kami berupaya memberikan kenyamanan tanpa meninggalkan suasana kedisiplinan selama proses observasi,” jelas Dansatgas kesehatan itu.

Pemeriksaan suhu tubuh hingga olahraga menjaga kebugaran fisik, merupakan rutinitas harian Arif dan kawan-kawan. Tentunya rasa jenuh dan bosan selalu ada. Tapi itu sudah menjadi standar organisasi kesehatan dunia (WHO).

Arif pun memanfaatkan fasilitas internet untuk menyalurkan hobinya di sosial media. Arif menjajal semua platform Sosmed, dari Instagram, Facebook, hingga Youtube.

Melalui akun Facebooknya, Arif mendapatkan banyak dukungan terkait aktivitas observasi di Pulau Sebaru Kecil. Sementara melalui akun Youtube “Santai Wae TV”, Arif mendapatkan banyak subscriber, yang terus memantau aktivitas Arif.

“Awalnya hanya 50-an subscriber, tetapi sekarang sudah mencapai 300-an,” ujar Arif.

Sebelum kedatangan para peserta observasi di Pulau Sebaru Kecil, pemerintah telah menyiapkan seluruh fasilitas pendukung agar mereka betah dan tidak bosan.

Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Laksamana Madya Yudo Margono mengatakan pihaknya telah memasang satu unit BTS operator seluler. Bahkan, semua peserta observasi diberikan kartu perdana.

Peserta observasi diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berkomunikasi dengan keluarga melalui jaringan telekomuniasi seluler.

“Mereka sangat senang sekali bisa menikmati kehidupan disini, mungkin awalnya mereka merasa sulit,” ujar Yudo.

Sumber : Antara

Lockdown Nonbar Film & Konser di Manila Karena Corona

Previous article

Instagram Pastikan Penyebaran Informasi Akurat Corona

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health