Esai

Corona dan Kembalinya Manusia ke Hal Paling Dasar dalam Hidup

0
Hal paling dasar dalam hidup
ilustrasi menyepi dan merasa kesepian (Starjogja)

STARJOGJA.COM, Esai – Wabah Corona Covid-19 telah membuat laju dunia berubah dalam waktu cepat. Semua aktivitas manusia juga berubah di semua bidang mulai dari budaya, adat hingga yang paling intim dari manusia yaitu ibadah. Begitu banyak pandangan tentang wabah corona, namun sedikit pandangan saya soal Corona adalah kembalinya ke hal yang paling dasar dalam hidup yaitu bersih, suci.

Manusia terlahir dalam keadaan suci. Dalam agama islam ada hadis kebersihan sebagian dari iman. Jika kita liat lagi, kebersihan apa, seperti apa, bagaimana caranya, dan kapan harus bersih, semua terjawab dengan benda yang paling kecil dari kehidupan yaitu virus Corona yang bisa diliat dengan alat medis. Besarnya tidak lebih besar dari semut, namun hal yang paling kecil ini sering diremehkan bukan dianggap sebagai sesuatu yang berarti. Tetapi ketika benda kecil itu mengenai badan seseorang maka bisa membuat orang tersebut panik dan stres dan berakhir meninggal.

Corona yang sering diabaikan seperti ketika saya pergi ke suatu tempat di malam hari di sudut Jogja. Sudah memakai peraltan tempur sesuai protokol ketika di luar rumah dan sampailah di lokasi itu. Kaget bukan main, anak muda masih pada nongkrong dan tidak sesuai protokol bahkan mereka tidakm emakai masker. Konyol, ceroboh dan bodoh menurut saya melihat generasi muda ini.

Baca Juga :WNI Terpapar Corona di Luar Negeri Capai 567 Orang

Memang jika dilihat anak muda akan terdampak sekian persen saja jika terkena penyakit ini. Mereka bahkan tidak merasakan jika flu itu mengenai tubuhnya. Karena flu ini terbukti hanya menyerang mereka yang sudah usia sepuh atau tua. Namun, mereka justru menjadi penyebar paling aktif ke lingkungan mereka. Mereka bisa menjadi pembawa atau Carrier virus ini, mereka bisa menularkan ayahnya, ibunya pamannya, hingga adiknya yang masih balita. Konyol.

Bagian penting lainnya adalah virus ini sangat kecil dan diabaikan. Mungkin ketika mendengar kata abai kita liat saja apa yang sering diabaikan dalam keseharian kita? Cuci tangan.

Ibu kita dahulu sering meminta kita harus cuci kaki dan cuci tangan setelah selesai bermain, mau makan bahkan sampai sebelum tidur. Anjuran itu kadang sering kita abaikan dan terbukti ternyata yang ktia abaikan justru menjadi pelindung kita dari mara bahaya.

Kita harusnya liat lagi apa lagi yang sering ktia abaikan? ya seolah virus ini mengingatkan kita untuk tidak lagi mengabaikan apa yang seharusnya tidak diabaikan. Ya, kita harus segera intropeksi diri selama kita menyendiri di rumah masing masing. Kerja, sekolah hingga ibadah dari rumah seolah diminta untuk kembali intropeksi. bagaiman kita bekerja selama ini apakah tidak mengabaikan hal kecil? Bagaimana ibadah kita tidak melupakan hal yang paling sederhana dan kecil?

Bayu

WNI Terpapar Corona di Luar Negeri Capai 567 Orang

Previous article

India dan Amerika Jalankan Pengembangan Vaksin Bersama

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Esai