Flash Info

Saya Tidak Bisa Bernafas George Floyd, Picu Meluasnya Demo

0
tekanan psikologis orang amerika
Demonstrasi di Minneapolis, Amerika Serikat pada Selasa (26/5/2020) memprotes kematian George Floyd. (Carlos Gonzalez - Star Tribune melalui Getty Images)

STARJOGJA.COM, Info – Saya Tidak Bisa Bernafas menjadi pemicu aksi protes yang terus berlanjut di seluruh Amerika Serikat pada Kamis (28/5/2020) untuk mengecam kematian George Floyd.

Floyd, pria kulit hitam berusia 46 tahun tewas pada hari Senin di tangan petugas kepolisian karena dugaan menggunakan uang palsu.

Petugas kepolisian menjepit leher Floyd ke tanah selama beberapa menit di Minneapolis, Minnesota, sehingga mengakibatkan dirinya sulit bernapas. Floyd sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.

Baca Juga : Status Darurat Usai Demo di Amerika Soal George Floyd

Sebuah video dari insiden tersebut menunjukkan George Floyd memohon kepada petugas, mengatakan “Saya tidak bisa bernafas” sebelum tidak bergerak dengan lutut petugas masih di lehernya.

Keempat petugas yang terlibat aksi terebut landsung dipecat, tetapi keluarga Floyd, tokoh masyarakat dan warga menyerukan petugas tersebut segera ditangkap.

“Para perwira ini, mereka perlu ditangkap sekarang, orang-orang menginginkan keadilan sekarang,” ungkap Philonese Floyd, saudara lelaki George, seperti dikutip dari CNN. “Mereka perlu dihukum mati.”

Ratusan pengunjuk rasa berbaris di pusat kota Minneapolis untuk malam ketiga pada hari Kamis, menuntut keadilan dan mengakhiri kekerasan polisi. Aksi ini pun berakhir rusuh dengan kebakaran besar terlihat di dekat kantor polisi Minneapolis.

Pada Kamis, sekelompok kecil demonstran “menduduki” ruang di luar rumah Jaksa Wilayah Hennepin Mike Freeman, yang akan menangani kasus ini, untuk menuntut dakwaan pidana bagi empat petugas yang terlibat.

“Kami tidak ke mana-mana sampai Mike Freeman menuntut dan menuntut para petugas,” kata pengunjuk rasa dalam sebuah video Facebook Live, seperti dilansir oleh Aljazeera.

Kantor Freeman mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka terkejut dan prihatin dengan apa yang muncul dalam video baru-baru ini. Mereka akan membuat keputusan tentang penuntutan setelah menerima temuan lengkap investigasi oleh Minnesota Bureau of Criminal Apprehension dan FBI.

Tak hanya di Minneapolis, demonstrasi juga terjadi di kota-kota di AS lainnya, termasuk New York City, Columbus, Ohio dan Oakland, California, pada hari Kamis. Puluhan orang dilaporkan ditangkap dalam demonstrasi di Kota New York.

Di Denver, Colorado, ratusan orang turun ke ibukota negara bagian untuk memprotes kebrutalan polisi. Polisi mengkonfirmasi bahwa tembakan dilepaskan di dekat daerah di mana protes itu berlangsung.

Sumber : Bisnis

Angka Kematian Covid -19 di India Lampaui China

Previous article

Kabar Gembira bagi Admin Twitter dengan Fitur ini

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info