Health

Banyak yang Tidak Mendapatkan Cukup Zink dalam Makanan

0
makan kurma
Masyarkat berbelanja makanan jelang buka puasa

STARJOGJA.COM, Info – Ada fakta menarik soal Zink atau seng, dimana sekitar 12 persen rata-rata orang tidak mendapatkan cukup seng dalam makanan mereka. Persentase itu meningkat menjadi 40 persen untuk mereka yang berusia di atas 65 tahun.

Zink juga penting untuk sistem kekebalan tubuh, terutama saat Covid-19. Sebab jika kekurangan nutrisi ini, tubuh mudah terserang penyakit dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama.

Melansir Insider, Senin (24/8/2020), jumlah seng harian yang direkomendasikan untuk tubuh adalah 8 miligram (mg) untuk wanita dewasa dan 11 mg untuk pria. Namun,

Apabila kekurangan seng, tubuh akan kesulitan menciptakan cukup sel kekebalan, seperti sel T dan sel darah putih yang melawan penyakit.

Baca juga : Obesitas Pada Anak, Kenali Gejala dan Menghindarinya

Seng mendukung sistem kekebalan dengan membantu melawan mikroba tertentu, termasuk streptococcus pneumoniae, sejenis bakteri yang menyebabkan penyakit paru-paru berbahaya yaitu pneumonia. Seng mampu menghalangi jalur yang digunakan bakteri ini untuk mengambil nutrisi, yang pada dasarnya membuat bakteri kelaparan dan memudahkan sel kekebalan untuk membunuhnya. Namun, tidak perlu terlalu banyak mengonsumsi seng, cukup menurunkan kadar seng ke kisaran normal dapat membantu mencegah pneumonia.

Dalam beberapa kasus, mengonsumsi seng ekstra di atas asupan normal dapat membantu mempersingkat durasi sakit, seperti flu biasa. Sebuah tinjauan dari 5 studi yang diterbitkan pada 2015 di Cochrane Database of Systematic Reviews menemukan bahwa orang yang mulai mengonsumsi 75mg tablet hisap seng dalam waktu 24 jam sejak gejala pilek pertama, secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk tetap memiliki gejala seminggu kemudian, dibandingkan dengan orang yang tidak meminumnya.

Ini mungkin karena seng dapat membantu menghalangi virus flu berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh. Namun, penulis ulasan memperingatkan bahwa tidak ada penelitian yang mendukung konsumsi seng saat tidak masuk angin untuk mencegah diri sakit sejak awal. Menurut penelitian mereka, itu hanya membantu setelah Anda terkena infeksi.

Lalu, berapa banyak seng yang harus dikonsumsi? Jumlah seng yang dibutuhkan bervariasi menurut usia. Penting untuk diperhatikan bahwa selama kehamilan, wanita dewasa harus mendapatkan sekitar 11mg seng dan sekitar 12mg jika mereka sedang menyusui.

Bagi seorang vegetarian mungkin lebih membutuhkan suplemen seng karena daging adalah sumber seng terbaik dan biji-bijian serta kacang-kacangan ekstra dalam diet vegetarian dapat menurunkan kemampuan untuk menyerapnya.

“Jumlah seng yang ditemukan dalam multivitamin tipikal yang dirancang untuk dikonsumsi setiap hari boleh dikonsumsi secara teratur,” kata Julie Stefanski, ahli gizi ahli diet terdaftar dan juru bicara Academy of Nutrition & Dietetics.

Multivitamin standar mungkin mengandung 6mg hingga 11mg seng. Jika menambahkan ekstra seng di luar multivitamin, kata Stefankski, konsumsi dalam waktu yang singkat seperti beberapa minggu.

Meskipun Anda bisa mendapatkan seng dengan mengonsumsi suplemen, yang terbaik adalah fokus pada peningkatan makanan kaya seng dalam bahan makanan. Ini karena makanan yang mengandung seng seringkali memiliki nutrisi berharga lainnya seperti protein, serat, dan mineral lainnya.

Sejauh ini, tiram merupakan sumber seng terbaik, menyediakan 3 hingga 4 kali lipat nilai seng harian dalam satu porsi 6 tiram. Beberapa sumber seng yang baik lainnya meliputi steak bahu sapi yakni 8,7 mg per porsi 3 ons. Daging giling yakni 5,4 mg per porsi 3 ons, kepiting yaitu 4,7 mg per 3 ons porsi, oat gandum utuh sebabyak 3,8 mg per porsi 1 cangkir, dan kalkun yang mengandubg 3 mg per 3 ons porsi.

Makanan ramah vegetarian juga mengandung seng, meski pada tingkat yang lebih rendah. Beberapa makanan ini termasuk kedelai, berbagai kacang-kacangan, yogurt, dan buncis.

Seperti halnya diet apa pun, konsistensi adalah kuncinya. “Makanan kaya seng perlu disertakan setiap hari agar cukup dikonsumsi,” tutur Stefanski.

Namun perlu dicatat, ada risiko jika mengonsumsinya terlalu banyak. “Suplementasi seng yang berlebihan dan berkepanjangan telah terbukti menghambat fungsi kekebalan daripada membantunya,” tegas Stefankski.

Dewan Makanan dan Gizi AS menyarankan agar tidak mengonsumsi lebih dari 40mg seng per hari, antara diet dan suplemen. Sementara menurut Stefanski, mengonsumsi terlalu banyak seng dalam waktu lama dapat membebani kemampuan tubuh kita untuk menyerap mineral lain seperti tembaga. Kekurangan tembaga dapat menurunkan jumlah sel darah putih, sel kekebalan vital yang membantu melawan penyakit.

Mengonsumsi suplemen seng dalam waktu lama juga dapat mengganggu kemampuan untuk menyerap zat besi. Jika tubuh menjadi terlalu rendah zat besi, sel kekebalan dapat terpengaruh secara negatif dan Anda mungkin lebih sulit melawan penyakit.

Sumber : Bisnis

Bayu

India, Ditemukan Tumor Terbesar di Dunia

Previous article

Uang Baru Pecahan Rp75.000 Bisa Tukar Kolektif

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health