Music

BTS Blak-blakan Soal Kencan yang Ternyata

0
BTS Meal McD
BTS (Getty Images)

STARJOGJA.COM, Info – Grup BTS secara blak-blakan soal perjalanan karier mereka hingga ke puncak ketenaran di edisi musim dingin majalah pria asal Amerika Serikat, Esquire.

Dalam edisi tersebut, Esquire juga membagikan potret Jin, Suga, J-Hope, RM, Jimin, V, dan Jungkook yang pastinya membuat Army menjerit melihat pesona mereka.

RM dalam wawancara dengan Esquire menyampaikan harapannya agar karya BTS masuk dalam nominasi hingga mendapatkan penghargaan Grammy, sebuah acara penghargaan yang diberikan oleh National Academy of Recording Arts and Sciences di Amerika Serikat untuk mengakui prestasi yang luar biasa dalam industri musik.

“Saya pikir Grammy adalah bagian terakhir, seperti bagian terakhir dari seluruh perjalanan Amerika. Jadi, ya, kita lihat saja,” ujarnya seperti dilansir dari ET, Selasa (24/11/2020).

Meskipun mungkin belum mewujudkan impian Grammy, BTS masih terpesona dengan pencapaian mereka.

“Ketika saya bermimpi menjadi seorang seniman, saya mendengarkan musik pop dan menonton semua acara penghargaan di Amerika Serikat. Menjadi sukses dan menjadi hit di AS, tentu saja, merupakan suatu kehormatan sebagai seorang seniman. Saya merasa sangat bangga dengan itu,” tutur Suga.

Baca Juga : Album Terbaru BTS Mencapai Global Top 50 Harian Spotify

Basis penggemar BTS memang diketahui sangat besar, tetapi idol grup ini tidak dikenal atau dicintai oleh semua orang di AS. Fakta ini pun diterima BTS.

“Anda tidak selalu merasa nyaman, dan saya pikir itu semua adalah bagian dari hidup. Sejujurnya, kami tidak terbiasa mendapatkan banyak rasa hormat sejak pertama kali kami memulai. Tapi saya pikir itu secara bertahap berubah, apakah itu di Amerika Serikat atau bagian lain dunia, seperti yang kita lakukan lebih dan lebih,” tambah Suga.

Jin menambahkan setiap orang memiliki selera berbeda dalam musik. Oleh karena itu, mereka menerima konsekuensi bahwa ada juga yang tidak menyukai BTS. “Itu serupa di mana pun di dunia. Kamu tidak bisa menyukai semua orang, dan menurutku cukup dihormati oleh orang yang benar-benar mencintaimu,” ujar Jin.

RM mengatakan selama ini mereka sudah sangat bangga memilki Army. BTS dan Army saling mengisi kekuatan.

“Ketika kami merasa lelah, ketika kami mendengar berita di seluruh dunia, program bimbingan belajar, dan donasi, dan setiap hal yang baik, kami merasa bertanggung jawab atas semua ini. Kami harus menjadi lebih besar; kami harus menjadi lebih baik. Semua perilaku itu selalu memengaruhi kita untuk menjadi orang yang lebih baik, sebelum semua musik dan artis menjadi masalah,” tegas leader BTS ini.

Tujuan itu telah membuat BTS menerapkan pesan ke dalam musik mereka, baik itu berfokus pada kesehatan mental atau kecemasan sosial mereka. J-Hope mengungkapkan saat menulis lagu dan lirik, mereka mempelajari emosi dan situasi itu,kemudian menghubungkannya secara emosional.

“Dan itulah mengapa ketika lagu dirilis, kami mendengarkannya dan mendapatkan penghiburan dari lagu-lagu itu juga. Saya pikir penggemar kami juga merasakan emosi itu, bahkan mungkin lebih dari kami. Dan saya pikir kami memberi pengaruh positif satu sama lain,” bebernya.

Sementara itu, BTS mengaku memutuskan untuk mengesampingkan kebutuhan akan makna yang lebih besar pada album mendatangbaru mereka, BE, di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Saya rasa album ini tidak akan memiliki lagu yang mengkritik masalah sosial. Semua orang mengalami masa-masa sulit sekarang. Jadi menurutku tidak akan ada lagu yang seagresif itu,” sebut RM

Single bahasa Inggris pertama mereka, “Dynamite”, adalah contoh dari apa yang bisa diharapkan penggemar dari album BE.

“Dinamit tidak akan ada di sini jika tidak ada Covid-19. Untuk lagu ini, kami ingin tampil mudah, sederhana, dan positif. Bukan beberapa, seperti, getaran atau bayangan yang dalam. Kami hanya ingin santai,” jelasnya.

Jin melanjutkan melalui lagu Dynamite, BTS mencoba menyampaikan pesan penyembuhan dan menghibur penggemar. “Dominasi dunia sebenarnya bukanlah rencana kami ketika kami merilis ‘Dynamite’,” ungkapnya.

Di sisi lain Suga berbicara tentang maskulinitas. Dia menjabarkan ada budaya di mana maskulinitas ditentukan oleh emosi dan karakteristik tertentu. Dia tidak menyukai ekspresi itu.

Menurutnya maskulinitas adalah bagaimana mereka menghadapi kondisi yang berbeda dari hari ke hari. Terkadang ada kalanya seseorang dalam kondisi baik, terkadang tidak. Berdasarkan itu, kata Suga, seseorang mendapat gambaran tentang kesehatan fisik dan hal yang sama berlaku secara mental.

“Banyak yang berpura-pura baik-baik saja, mengatakan bahwa mereka tidak ‘lemah’, seolah itu akan membuat Anda menjadi orang yang lemah. Saya rasa itu tidak benar. Orang tidak akan mengatakan kamu orang yang lemah jika kondisi fisikmu tidak begitu baik. Seharusnya begitu juga dengan kondisi mentalnya. Masyarakat harus lebih pengertian,” tuturnya.

Ditanya soal kencan, BTS mengaku tidak memiliki waktu untuk itu.

“Kami memiliki penggemar, dan kami memiliki musik kami. Jadi, kami memiliki banyak hal yang harus kami pertanggung jawabkan, untuk dijaga. Saya pikir itulah orang dewasa. Kehidupan cinta kami, 24 jam, tujuh hari seminggu, bersama semua Army di seluruh dunia,” seloroh RM.

 

Sumber : Bisnis

Bayu

Ingin Menjual Mobil BMW, Jual ke BMW Saja

Previous article

Elon Musk Menjadi Orang Terkaya Kedua di Dunia

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Music