Kota JogjaNews

PMI Ajak Penyintas Covic-19 Donor Plasma Konvalesen

0
donor plasma

STARJOGJA.COM, JOGJA– PMI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai melayani donor plasma konvalesen. Di awal kegiatan, Donor plasma berasal dari dua penyintas COVID-19.PMI Ajak Penyintas Covic-19 Donor Plasma Konvalesen

“Mulai hari ini, Selasa (19/1) sudah ada dua orang yang mendonorkan plasma konvalesen,” kata Ketua PMI DIY Irjen Pol (Purn) R.M. Haka Astana kepada starjogja.com.

Ia menjelaskan Pada Senin (18/1) ada enam calon pendonor plasma yang datang di Unit Donor Darah PMI Kota Yogyakarta untuk pengambilan sampel dan pemeriksaan antibodi. Namun demikian, dari enam orang itu, baru dua orang yang telah melakukan donor plasma konvalesen.

“Saat ini, pelayanan baru di Unit Donor Darah PMI Kota Yogyakarta. Namun, saya berharap semua Unit Donor Darah PMI di DIY juga bisa melayani,” lanjutnya.

Haka berharap para penyintas COVID-19 dapat membantu sesama dengan menyumbangkan plasmanya.

Plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari penyintas COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh dan digunakan sebagai salah satu terapi pasien COVID-19 yang sedang dalam masa perawatan.

“Kerja sama dengan pemerintah daerah, rumah sakit rujukan COVID-19 pun menjadi penting untuk bersama-sama mengurangi dampak pandemi ini,” kata dia.

Dokter Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Yogyakarta Naila Amalia menyampaikan setiap calon pendonor yang telah mengisi formulir daring akan dihubungi UDD Kota Yogyakarta untuk pengambilan sampel pemeriksaan antibodi dan anamnesis atau bisa datang langsung ke UDD PMI Kota Yogyakarta mulai pukul 9.00-19.00 WIB.

“Selanjutnya, kami akan membuat jadwal sesuai kesepakatan kapan donor darah bisa dilakukan,” kata dia.

Calon pendonor plasma konvalesen, kata dia, mereka yang mempunyai riwayat terkonfirmasi COVID-19 dengan tes usap RT PCR dan sudah dinyatakan sembuh dengan hasil RT PCR satu kali pemeriksaan usap dengan hasil RT PCR negatif.

“Diutamakan calon pendonor adalah laki-laki berusia 18-60 tahun dengan berat badan minimal 55 kg, jika perempuan belum pernah hamil atau melahirkan,” kata dia.

Elektrifikasi KRL Yogyakarta Solo Capai 91 Persen

Previous article

Pagi ini Merapi Kembali Erupsi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kota Jogja