Health

Kecil Kemungkinan Anak Terkena Long Covid-19

0
vaksinasi pelajar Jogja
Salah satu penerima vaksin dari kalangan disabilitas di Grab Vaccine Center Yogyakarta di GOR UNY

STARJOGJA.COM, Info – Penelitian yang baru dirilis dari Inggris menemukan fakta jika kecil kemungkinan anak terkena Long Covid-19. Namun, penelitian ini dilakukan sebelum varian Delta meluas ke berbagai negara di dunia. Melansir dari healthline pada Jumat, (06/08/2021), sebuah studi baru dari Inggris memberikan gambaran secara rinci mengenai Covid-19 pada anak usia 5 hingga 17 tahun.

Para peneliti menganalisis data hampir 2.000 anak yang dinyatakan positif dan mengalami gejala. Hal tersebut terus dilaporkan secara teratur sampai mereka dinyatakan sehat kembali.

“Studi seperti ini sangat penting untuk memberi tahu komunitas medis tentang riwayat alami Covid pada anak-anak. Agar kita dapat membedakan yang diharapkan dari yang tidak terduga dan memberikan bimbingan yang berarti kepada keluarga anak-anak yang terdampak,” kata Dr. Michael Grosso, Kepala Petugas di Rumah Sakit New York.

Baca juga : Dampak Long Covid-19 Pada Tubuh

Menurut penelitian, 1.734 anak-anak mengembangakan gejala Covid-19 dan menerima hasil PCR positif dekat dengan timbulnya gejala pada mereka. Hal ini berarti para peneliti dapat dengan percaya diri menghubungkan gejala dengan Covid-19 untuk menilai durasi penyakit.

Berdasarkan laporan yang diterima, anak-anak merasa sakit selama 6 hari dan memiliki rata-rata 3 gejala pada minggu pertama sakit. Hal ini menunjukkan bahwa versi SARS-CoV-2 yang beredar pada waktu itu cenderung bermanifestasi sebagai penyakit ringan pada anak-anak dengan pemulihan yang biasanya cepat. Namun, sekitar 4,5 persen anak-anak juga akan mengalami gejala lebih dari 4 minggu yang dapat dianggap sebagai Long Covid.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC mengatakan bahwa sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak yang terkait dengan Covid-19 adalah suatu kondisi di mana bagian tubuh dapat meradang termasuk jantung, paru-paru, ginjal, otak, klit, mata atau organ gastrointestinal. Gejala MIS-C pada Covid-19 adalah kondisi serius dan berpotensi mematikan, CDC menegaskan bahwa sebagian besar anak yang didiagnosis akan membaik dengan perawatan medis.

Tanda-tanda MIS-C adalah mengalami demam. Selain itu juga akan muncul gejala seperti sakit perut, muntah, mata merah, sesak atau nyeri dada, dan kelelahan ekstrim. CDC masih mempelajari tentang MISC dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi anak-anak.

Sementara risiko anak-anak dirawat di rumah sakit karena Covid-19 kecil. Penelitian yang diterbitkan di The Lancet Child and Adolescent Health menemukan bahwa sekitar 1 dari 20 anak yang dirawat di rumah sakit mengalami komplikasi otak atau saraf yang terkait dengan infeksi virus. Diantara bulan April 2020 dan Januari 2021, para peneliti mengidentifikasi 52 kasus anak usia di bawah 18 tahun dengan komplikasi neurologis diantara 1.334 anak yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19.

Sumber : Bisnis

Bayu

Cari Lowongan Pekerjaan di Jawa Tengah

Previous article

Pesisir Pantura Terancam Tenggelam Anggota Dewan Ingatkan Pembangunan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health