Kota JogjaNews

Jogja Kota Sehat, Masyarakat Harus Makin Terlibat

0
Ilustrasi Rumah sakit. FOTO : REUTERS/harianjogja

STARJOGJA.COM,JOGJA – Kota Yogyakarta mengukuhkan diri sebagai kota penerima anugerah Kota sehat tingkat nasional sebanyak tujuh kali berturut-turut. Sejak dihelat pada tahun 2005 silam, Yogyakarta selalu tampil sebagai jawara dalam event dua tahunan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, drg. Emma Rahmi Aryani, M.M., menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kinerja antar seluruh elemen. Pemerintah bersama dengan masyarakat dapat saling berkolaborasi secara terpadu demi mewujudkan Kota Yogyakarta yang bersih, aman, nyaman, dan sehat.

“Memang ada integrasi dan sinergitas antara pemerintah dalam hal ini dinas-dinas terkait dan masyarakat,” ujar Emma.

Emma menjelaskan bahwa untuk dapat meraih predikat Kota Sehat, terdapat sepuluh elemen kriteria yang harus dipenuhi. Kesepuluhnya terbagi menjadi dua tataran, yaitu tataran wajib dan tataran pilihan.

Untuk tataran wajib, indikatornya adalah ketertataan pemukiman, masyarakat yang sehat mandiri, pasar rakyat yang sehat, serta kondisi lingkungan sekolah yang sehat.

Salah satu aspek yang mendapat sorotan adalah ketertataan pemukiman penduduk. Emma mencontohkan model penataan pemukiman di area sungai yang ditata sedemikian rupa agar tercipta lingkungan yang sehat.

“Jadi bangunan rumahnya dihadapkan ke sungai. Kalau membelakangi sungai, nanti malah jadi tempat buang sampah,” ujarnya mencontohkan.

Perjalanan Kota Yogyakarta untuk terus mempertahankan titel Kota Sehat perlu memakan waktu dan persiapan berjenjang sejak lini terbawah. Alhasil, pemerintah berharap agar penobatan ini tak sekadar menjadi label semata, melainkan mampu mencerminkan budaya masyarakatnya.

“Harapannya untuk Kota Sehat ini tidak hanya mengejar penghargaan, tapi menjadi budaya kita,” tutur Emma.

Di tahun 2021 ini, predikat Kota Sehat tak lagi direngkuh Kota Yogyakarta. Meski begitu, hal ini bukanlah suatu kegagalan yang patut disesali. Emma mengklarifikasi bahwa memang pada tahun 2021 ini Kota Yogyakarta tidak dapat diverifikasi oleh tim penilai pusat lantaran situasi pandemi.

“Tidak boleh ada kunjungan saat itu. Kita memang sangat dibatasi sekali. Memang pada saat itu tidak ada verifikasi dari pusat,” terangnya.

Untuk tahun 2023 nanti, Pemerintah Kota Yogyakarta bertekad untuk kembali meraih predikat prestisius tersebut. Karena itu, Dinas Kesehatan terus menggenjot koordinasi dan sinergi dengan berbagai instansi dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait.

Secara teknis, pemerintah membentuk Tim Pembina dan Tim Forum yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan program, Komposisi dari kedua tim tersebut terdiri dari berbagai pihak, terutama dinas-dinas di lingkup pemerintahan Kota Yogyakarta.

“Memang harus bersinergi (dan) berkolaborasi dengan dinas-dinas terkait,” kata Emma. “Kami juga memberikan dukungan sarana prasarana sesuai kebutuhan masing-masing,” imbuhnya.

Masyarakat juga turut didorong untuk berpartisipasi aktif dalam mensukseskan program ini. Emma dan pihaknya sangat bersikap terbuka terhadap aspirasi positif masyarakat.

“Inilah yang kami harapkan. Inisiatif, masukan, usulan dari masyarakat itu yang akan pemerintah terapkan,” ujarnya.

Selain gagasan aspiratif, pemerintah juga terbuka apabila masyarakat membutuhkan suntikan pendanaan untuk merealisasikan suatu program. Meski begitu, prosesnya perlu dibangun berjenjang sejak level terendah dengan mekanisme yang sudah ditentukan.

“Kalau program tersebut disetujui, maka nanti itu bisa (diberikan dana). Tapi harus dari bawah, tidak bisa langsung. Juga itu programnya apa, berkaitan dengan Dinas Kesehatan atau tidak,” jelas Emma.

Kekompakan antara pemerintah dan masyarakat tentu merupakan sesuatu positif yang perlu senantiasa dirawat. Alhasil, keberhasilan Yogyakarta sebagai Kota Sehat nantinya dapat melecut perkembangan di sektor-sektor lainnya. 

“Menjadi katalisator bagi pelayanan Kota Yogyakarta yang nyaman huni,” tandas Emma.

Pengembangan BUMDes, Sleman Tiru BUMDes Malang

Previous article

Khilafatul Muslimin Sleman Deklarasikan Pembatalan Baiat

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kota Jogja