FeatureHealth

Tips Sederhana Atasi Batuk Pilek dari Dosen UAD

0
batuk pilek

STARJOGJA.COM, Info –  Hawa dingin dan intensitas mobilitas di tempat umum tak jarang menimbulkan masalah kesehatan seperti batuk dan pilek. Potensi penularan batuk pilek yang mudah menyebar lewat udara (droplet) pun semakin tinggi.

Dosen Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Zaenab mengungkapkan, penyakit batuk dan pilek disebabkan oleh virus Human Rhinovirus (HRV) yang menyerang saluran pernapasan atas. Serupa dengan batuk dan pilek adalah influenza (flu) yang mana dipicu oleh infeksi virus bernama Human Parainfluenza Viruses (HPIV).

“Cuma bedanya, kalau flu biasanya gejala lebih berat. Disertai sakit kepala dan demam,” bebernya.

Baca juga : Batuk Pilek Demam Belum Tentu Kena Corona

Batuk dan pilek merupakan penyakit yang lumrah menerpa siapa saja. Namun, Zaenab mengungkap bila anak-anak dan orang dengan penyakit kronis punya risiko lebih tinggi. Selain itu, perokok juga masuk dalam golongan rentan.

Infeksi virus batuk pilek biasanya berlangsung selama 2-3 hari pasca terpapar.

Selanjutnya, selama 4-6 hari berikutnya akan muncul gejala-gejala seperti hidung tersumbat, tenggorokan meradang, serta bersin. Kemudian, bila respon tubuh positif, dalam waktu 7-10 hari penyakit akan lekas mereda dan sembuh.

“Kadang itu pilek duluan terus kemudian batuk. Bisa juga itu berbarengan,” ujarnya.

Sebagai salah satu kelompok rentan, anak-anak perlu mendapat perhatian lebih ketika terserang batuk dan pilek. Orang tua dapat memberikan asupan vitamin C, vitamin D, serta zinc ketika anak sakit.

Namun, Zaenab mengingatkan agar konsumsinya perlu disesuaikan dengan saran dokter atau apoteker.

Kemudian, ketika anak mulai mengalami gejala batuk dan pilek, orang tua tidak perlu terburu-buru membawanya ke dokter. Anak-anak bisa beristirahat terlebih dahulu dan diberikan konsumsi makanan bernutrisi tinggi.

Baru kemudian bila timbul gejala lain seperti demam, sesak napas, hingga batuk berdahak, orang tua perlu segera menghubungi dokter.Sebenarnya, batuk dan pilek dapat diatasi dengan beberapa langkah sederhana. Zaenab menyebut istirahat cukup, makan makanan sehat, berkumur menggunakan air garam empat kali sehari, meningkatkan konsumsi air putih hangat, hingga mandi dengan air hangat dapat meredakan batuk dan pilek.

Selain itu, masyarakat juga bisa meramu obat herbal sederhana dengan bahan yang mudah ditemui di sekitar. Diantara bahan-bahan tersebut yakni bawang putih (antivirus), madu (antimikroba), kunyit (anti-inflamasi), perasan lemon, jahe, teh herbal, gula aren, serta madu. Untuk bawang putih, Zaenab mengatakan bila bahan ini dapat dikonsumsi secara langsung (mentah) atau dimasak.

“Kita pas masak sop bisa dibanyakin bawang putihnya. Nanti kalau pas makan bawang putihnya juga dimakan, jangan disisihkan,” ujarnya mencontohkan.

Kemudian, untuk madu ia menyarankan agar tidak diberikan kepada bayi di bawah usia setahun karena berpotensi menimbulkan paralisis (kelumpuhan). Untuk formulanya, madu dapat dicampur dengan teh herbal dan star anise. Selain itu, madu merupakan bahan paling direkomendasikan sebagai pemanis pengganti gula.

“Bisa juga teh plus star anise (adas manis) plus madu. Itu akan lebih komplit lagi,” saran Zaenab.

Sementara itu, susu dapat dicampur dengan kunyit dalam kondisi hangat untuk diberikan kepada anak-anak. Kandungan kurkumin dalam kunyit dapat merupakan zat mujarab untuk meredakan batuk dan pilek.

“Susu 150 ml ditambah ⅛ sendok teh kunyit bubuk, sedikit lada, dan satu sendok teh madu. Dicampur dan kemudian bisa disaring,” terangnya.

Zaenab menegaskan bila penggunaan obat herbal tetap harus memperhatikan kesesuaian dan dosisnya. Bagaimanapun, obat herbal tidak boleh digunakan secara berlebihan.

“Lebih tepatnya itu (obat herbal) digunakan untuk pencegahan. Kalau misalnya untuk mengobati, ya masih tahap yang awal. Bukan yang gejalanya sudah memburuk,” katanya.

Penulis : Muhammad Imam Khoirul Mutaqin

Bayu

Darah Terlalu Kental Pasien Covid-19 Bisa Picu Kematian

Previous article

JNE Majukan Futsal Tanah Air

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature