FeatureKab SlemanNews

Dinkop UKM Sleman Fasilitasi 130 UKM Ikuti Pameran

0
ukm sleman
FOTO : Aldy

STARJOGJA.COM, JOGJA – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Sleman memfasilitasi 130 pelaku UKM mengikuti kegiatan pameran “Festival UMKM Sembada” pada 24 hingga 27 Agustus 2023. Seluruh peserta Festival UMKM Sembada ini merupakan kategori UMKM kelas menengah yang ada di Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman, Christiana Rini Puspitasari, S.,P., M.Si. mengatakan, di era digital ini, Pemerintah Daerah mengakomodir upaya pemberdayaan masyarakat secara penuh, terutama pelaku UMKM.

“Pemberdayaan UMKM ada di bidang kuliner, khususnya untuk makan minum rapat misalnya. Mereka harus melalui Mbiz secara digital jadi agak dipermudahkan secara SPJ juga harapannya akan lebih mudah, dan ter-record dengan baik,” katanya.

Sebelum pandemi, di 2020 angka UMKM masih kisaran 60.000, dan salah satu syarat aset usaha skala Mikro ialah 50 juta. Namun, karena adanya Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang salah satu syarat usaha Mikro dengan aset mencapai 1 Miliyar, otomatis Usaha Mikro menjadi lebih banyak dan membengkak.

Christiana Rini menyebutkan, data Dinas Koperasi UKM mencatat telah masuknya 19 usaha kecil dan 3 menengah. Sedangkan, adanya 17 sektor kebanyakan bergerak di bidang kuliner, karena lebih mudah dengan modal mikro, bahkan ultra mikro, usaha sudah dapat berjalan dengan baik.

Daya tahan pelaku UMKM di Sleman bisa terbilang sangat hebat dan mandiri,
walaupun dengan tantangan digitalisasi melalui persaingan marketplace. Data Dinko mencatat, di masa pandemi, penjualan produk herbal mendominasi, dan mampu berinovasi dengan menampilkan foto ataupun deskripsi produk yang baik.

Christiana Rini mengatakan, UMKM di Sleman memberikan pelatihan digital
marketing agar para pelaku UMKM tidak gagap menghadapi persaingan digital yang makin ketat saat ini.

“Kami hadir melalui bimtek untuk digital marketing, di situ ada materi tentang bagaimana ikut dalam media sosial, iklan, video-video promosi yang menarik, dan memanage penjualan secara digital. Dari pelaku umkm digital ini rata-rata didominasi kaum muda, kalau yang, mohon maaf, sudah sepuh, sudah agak jauh dengan digitalisasi,” jelasnya.

Pendampingan kualitas produk tak henti-hentinya digencarkan, karena UMKM dituntut untuk selalu menyajikan kebaruan. Maka dari itu, Dinkop UKM menyediakan pojok konsultasi dari para konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) melalui whatsapp, headline service, ataupun mendatangi Dinas dan Kapanewon-Kapanewon sesuai dengan jadwal konsultasi, semuanya gratis, tak dipungut biaya apapun.

Pelatihan di Dinko pun mencakup ketahanan pangan atau teknologi pengolahan pangan. Sehingga, dinas mendorong UMKM untuk membuat legalitas mengenai sertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Sertifikasi Laik Hygiene Sanitasi (SLHS), dan sertifikat halal untuk non daging, dengan harapan agar seluruh produk kuliner bisa berstandarisasi baik.

Nomor Induk Berusaha (NIB) sangat penting bagi para pelaku UMKM, karena mampu mendukung target dan memenuhi legalitas usaha. NIB bisa dibuat secara online melalui OSS dengan risiko rendah, dengan syarat menyiapkan KTP, NPWP, kemudian pelaku UMKM bisa mengisi sendiri, dan proses bisa diselesaikan kurangdari 15 menit.

Festival UMKM Sembada dilaksanakan  hingga 27 Agustus 2023 di Jogja City Mall (JCM). Diikuti oleh 130 UMKM dengan level midle up, dengan harapan bisa menjadi ajang promosi sekaligus peningkatan penjualan. UMKM ini terbagi atas 32 tenant fashion, 29 craft, 2 tanaman hias, 59 kuliner, 5 asosiasi, 1 kecantikan, 1 koperasi, dan pojok konsultasi PLUT.

Festival UMKM Sembada menjadi acara rutin Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman sebagai bahan evaluasi UMKM agar bisa makin naik kelas dan bahan analisis mengenai pangsa pasar.

UMKM yang mengikuti kegiatan ini telah melalui kurasi sebelumnya. Selain itu, kegiatan lain di Festival UMKM Sembada yang bisa StarvLover ikuti diantaranya kegiatan Kendi Sembada, talk show, workshop, lomba yel-yel, tari, menyanyi, menggambar, tiktok, dan fashion show. Pada kegiatan tahun ini, Dinako menargetkan terget transaksi 200 juta dalam jangka 4 hari pameran.

Christiana Rini Puspitasari berharap, acara ini terus diadakan setiap tahunnya, mengingat banyaknya UMKM yang ada di Sleman dan semuanya perlu diakomodasi demi pemerataan serta kemajuan UMKM Sleman yang lebih baik.

Griya Persada Hotel Kaliurang Hadirkan Dialogue Club and Lounge

Previous article

Ini Manfaat Makan Malam Lebih Awal

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature