NewsNusantara

“Istana Berbatik” Dimeriahkan Para Menteri Kabinet Maju

0
istana berbatik

STARJOGJA.COM, JAKARTA – Dalam memperingati Hari Batik Nasional, para menteri Kabinet Indonesia Maju, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, tampil bak model saat memeriahkan acara “Istana Berbatik” yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dalam pagelaran yang diselenggarakan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu malam, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi hadir memakai batik berwarna hitam dilengkapi aksesoris leher berbentuk bunga. “Jadi ini batik temanya peksi asmoro kupu. Ini adalah simbol keindahan cinta kasih serta sikap saling menuntun dan mengayomi,” ujar Menlu Retno kepada wartawan dikutip dari Antara, Senin (2/10/2023). 

Dalam unggahan di akun Instagramnya, Sri Mulyani menjelaskan mengenai asal kata batik yaitu dari Bahasa Jawa amba yang berarti menulis dan juga kata titik. “Kata ambatik memiliki arti sebuah kain yang memiliki banyak titik. Akhiran dari kata batik ‘tik’ bermakna titik atau ujung canting yang digunakan membuat sebuah titik kemudian ditarik menjadi corak cantik,” dalam keterangan foto yang diunggah Sri Mulyani.

Sri Mulyani dan Retno Marsudi, yang juga merupakan sahabat tersebut, memimpin rombongan para menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya yang turut memperagakan busana batik di panggung.

Ketika melewati tempat duduk Presiden Jokowi, Menkeu Sri Mulyani mengajak Presiden dan sejumlah menteri yakni Menlu Retno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk berswafoto bersama.

“Istana Berbatik” juga diikuti pimpinan lembaga negara, duta besar negara sahabat, perwakilan kementerian/lembaga, serta figur publik. Acara tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar bangga memakai dan melestarikan batik sebagai warisan budaya yang telah diakui oleh UNESCO.

PENULIS : Kristina Harefa

GIK UGM, Mahasiswa Rasakan Pengalaman Dunia Usaha di dalam Kampus

Previous article

Berbahan Daur Ulang Sampah Anorganik, Mekar Fun Kit Karya Mahasiswi UNY Bisa Latih Motorik Halus Anak

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News