News

UGM Tunggu Sampel Covid-19 dari Dinkes DIY

0
infeksi bakteri pemakan daging jepang
Para pejalan kaki di Shibuya, Tokyo, Jepang, pada 26 Maret 2020 mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus corona jens Covid-19./Bloomberg - Kiyoshi Ota

STARJOGJA.COM, Info  – Kasus Covid-19 kembali terpantau masuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi ini menjadikan Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menunggu sampel COVID-19 dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta untuk “whole genome sequencing” (WGS).

Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM Prof dr Gunadi di Yogyakarta, Kamis, mengatakan hingga saat ini belum memperoleh kiriman sampel COVID-19 dalam bentuk “RNA” (ribonucleic acid) dari Dinkes DIY untuk diuji WGS.

“Intinya kami masih menunggu. Kalau dinas kesehatan merasa perlu ya mereka harus berkoordinasi dengan kami. Artinya ‘RNA’-nya harus kami terima,” ujar Gunadi.

Gunadi menuturkan bahwa pemeriksaan WGS diperlukan untuk mengetahui jenis varian COVID-19 yang menginfeksi sejumlah warga DIY beberapa waktu terakhir.

Selama masa pandemi, Laboratorium WGS Pokja Genetik FKKMK UGM ditunjuk Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes) untuk memeriksa sampel dengan metode WGS atau pengurutan keseluruhan genome pada virus COVID-19 di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

Meski demikian, biasanya pihaknya baru melakukan WGS setelah terkumpul minimal sebanyak 48 sampel dengan CT-value di bawah 30.

Sebelumnya, Dinkes DIY menyebutkan kasus konfirmasi COVID-19 di DIY per 19 Desember 2023 tercatat sebanyak 61 kasus, dimana satu di antaranya sembuh.

Menurut Gunadi, jumlah sampel dari 61 kasus tersebut sejatinya sudah mencukupi untuk dilakukan uji WGS.

“Kalau sampelnya ada 60 ya pasti kami sudah bisa ‘running’ untuk WGS,” kata dia.

Selain menunggu koordinasi dari Dinkes DIY, menurutnya, saat ini Laboratorium Pokja Genetik FKKMK UGM tengah menunggu kiriman reagen untuk pemeriksaan WGS dari Kemenkes RI.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI, kata dia, telah meminta data kebutuhan reagen.

“Kami kemarin sudah dikontak Kemenkes dari BKPK apakah reagen masih cukup dan kami sudah mengirimkan jumlah kebutuhan reagen,” ujar dia.

Sumber:  Antara

Baca juga : Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Yogyakarta

Bayu

Merayakan Tahun Baru 2024 dengan Wajar

Previous article

Rekomendasi Hampers Natal Unik dan Berkesan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News